_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"lifeblogid.com","urls":{"Home":"https://lifeblogid.com","Category":"https://lifeblogid.com/category/pengetahuan/agama/","Archive":"https://lifeblogid.com/2017/08/","Post":"https://lifeblogid.com/2017/08/26/resep-mp-asi-ubi-untuk-bayi-usia-6-bulan/","Page":"https://lifeblogid.com/kuppee-japanese-quality-international-specifications/","Attachment":"https://lifeblogid.com/2017/08/26/tempat-wisata-kuliner-jakarta-populer/restoran-jemahdi-seafood/","Nav_menu_item":"https://lifeblogid.com/2017/08/15/200581/","Mts_ad":"https://lifeblogid.com/?mts_ad=199934","Wp_quiz":"https://lifeblogid.com/wp_quiz/can-you-name-the-leo-dicaprio-movie-by-an-image/","Feedback":"https://lifeblogid.com/?post_type=feedback&p=201108"}}_ap_ufee

Tak Perlu Panik, Kepala Bayi Panas Belum Tentu Demam ya Bund!



Kepala bayi panas – Kebiasaan para bunda, khususnya bagi mereka yang baru menjadi seorang ibu akan langsung panik pada saat mendapati kepala bayi panas. Biasanya akan langsung bergegas mencari obat untuk menurunkan panas si bayi atau pun langsung membawanya ke dokter maupun bidan kepercayaan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Bunda, harus tahu dulu bahwa kepala bayi panas seperti ini belum tentu ia mengalami demam. Jadi, bunda tak perlu panik yang terlalu berlebih. Meskipun pada dasarnya tak ada satu pun orangtua yang inginkan kesehatan anaknya terganggu, apalagi melihat usia anaknya tersebut masih terbilang dini.

Kepala bayi panas ini umumnya menandakan bahwa bayi Anda alami perubahan pada kondisi tubuhnya. Untuk memastikan kesehatannya, maka Anda bisa menggunakan termometer.

Kepala bayi panas

Kenali Kondisi Pemicu Kepala Bayi Panas

Perlu Anda tahu bahwa kepala bayi ini adalah organ vital yang mempunyai kulit – kulit yang masih halus dan juga lembut. Oleh sebab itulah, panas dari dalam tubuh si bayi mudah terkumpul pada kulit – kulit yang ada di area kening maupun leher bayi. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang jadi penyebab paling umum kepala bayi panas, diantaranya :

  • Bayi yang baru selesai dimandikan dengan air hangat.
  • Aktifitas fisik bayi yang terlalu berlebihan.
  • Ada di suhu ruangan yang terlalu panas.
  • Penggunaan pakaian tebal atau berlapis – lapis, serta selimut yang tebal.

Penggunaan Termometer untuk Ukur Suhu Tubuh Bayi

Bunda sebaiknya tetap tenang saat menghadapi kondisi kepala bayi yang panas, sebab masih belum tentu membahayakan kok bund bagi bayi. Kendati demikian, langkah pertama yang harus Anda lakukana adalah memeriksa suhu tubuh si bayi menggunakan termometer.

Untuk mengukur suhu tubuh bayi, Anda bisa gunakan termometer rektal yang dimasukkan di anus bayi. Pastikan termometer tersebut mempunyai daya baterai yang cukup agar pengukuran suhu tubuh bayi Anda berlangsung akurat. Jika ditemukan suhu tubuh bayi ada di atas 37.5 derajat celcius, maka Anda harus waspada dan berikan saja asupan ASI (Air Susu Ibu) yang banyak sebagai sumber cairan. Selain itu, anda juga harus segera konsultasi dengan dokter atau bidan. Suhu tubuh normal bayi ada pada rentang 36.5 – 37.5 derajat celcius.

Kepala bayi panas

Cara Mengatasi Demam pada Bayi

  • Jaga bayi terhidrasi atau cukup asupan ASI, yakni dengan menambahkan kadar minum dari biasanya. Berikan saja asupan ASI secara rutin atau yang lebih sering untuk hasil terbaik.
  • Selain itu, Anda juga bisa memberikan pakaian yang tak terlalu tebal dan menutup kepalanya. Jangan buat bayi Anda malah merasa kepanasan dengan pakaian yang ia kenakan. tetapi, jangan pula membiarkannya sampai kedinginan dikarenakan menggunakan pakaian yang tipis. Sesuaikan saja pakaian yan ia kenakan dengan kondisi cuaca dan suhu di sekitarnya.
  • Pemberian obat penurun panas ada baiknya tak diberikan pada bayi yang masih berusia 3 bulan kebawah.
  • Pemberian paracetamol adalah untuk bayi yang berusia 3 bulan keatas, dosisnya pun harus melalui konsultasi dengan dokter atau bidan terlebih dahulu.

Kepala bayi panas belum tentu demam, akan tetapi meskipun demikian pastikan kondisi tersebut bukanlah gejala demam dengan cara mengukur suhu tubuhnya dengan menggunakan thermometer seperti yang sudah disinggung diatas. Bila perlu, Anda juga bisa memeriksakan bayi Anda ke dokter atau bidan terdekat demi mendapat penanganan yang tepat. Semoga informasi yang kami bagikan diatas bisa bermanfaat.



Leave a Reply