_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"lifeblogid.com","urls":{"Home":"https://lifeblogid.com","Category":"https://lifeblogid.com/category/pengetahuan/agama/","Archive":"https://lifeblogid.com/2017/08/","Post":"https://lifeblogid.com/2017/08/26/resep-mp-asi-ubi-untuk-bayi-usia-6-bulan/","Page":"https://lifeblogid.com/kuppee-japanese-quality-international-specifications/","Attachment":"https://lifeblogid.com/2017/08/26/tempat-wisata-kuliner-jakarta-populer/restoran-jemahdi-seafood/","Nav_menu_item":"https://lifeblogid.com/2017/08/15/200581/","Mts_ad":"https://lifeblogid.com/?mts_ad=199934","Wp_quiz":"https://lifeblogid.com/wp_quiz/can-you-name-the-leo-dicaprio-movie-by-an-image/","Feedback":"https://lifeblogid.com/?post_type=feedback&p=201113"}}_ap_ufee

Melindungi Bayi dari Penularan Roseola Infantum



Penularan roseola infantum – Ruam merah yang juga disertai dengan demam tinggi memang tak selalu mengindikasikan gejala campak atau rubella. Kondisi tersebut bisa jadi gejala roseola infantum pada bayi.

Ini adalah salah satu jenis virus yang paling umum menyerang bayi, khususnya pada bayi yang masih berusia 6 bulan hingga 1.5 tahun. Tetapi meskipun demikian umumnya virus roseola infantum tersebut tak berbahaya dan bahkan tak terdeteksi sebab gejalanya memang bersifat umum. Bayi yang alami reseola ini umumnya bisa alami gejala – gejala tertentu, seperti pilek, demam tinggi, sakit tenggorokan, diare ringan, batuk, ruam merah, nafsu makan hilang, pembengkakan kelenjar di leher, dan kelopak mata.

Penularan Roseola Infantum

Melindungi Bayi dari Penularan Roseola Infantum

Roseola ini umumnya terjadi karena infeksi virus herpes tipe 6 yang melakukan penyebaran yang tak jauh berbeda dengan penularan flu pada umumnya, yakni lewat batuk atau pun bersin dari anak lain yang sudah terinfeksi lebih dulu. Selain hal tersebut, menyentuh barang yang disentuh penderita seusai memegang mulut maupun hidungnya juga bisa jadi penyebab utama penularan roseola infatum ini. Bayi yang alami roseola infantum biasanya bisa pulih setelah beristirahat yang cukup. Selain itu, anda juga bisa membantu sembuhkan dengan langkah – langkah di bawah ini.

  • Menghindarkan bayi dari dehidrasi. Berikan saja minuman dingin yang cukup, walaupun si kecil mungkin saja tidak merasa haus. Apabila memungkinkan, bunda juga bisa memberikan minuman elektrolit untuk cegah bayi alami dehidrasi. Untuk mencegahnya terkena perut kembung jika minuman tersebut berkarbonasi, maka lepaskan saja busa gas di dalamnya dengan cara membuka tutup botol minuman tersebut beberaapa menit sebelum diberikan. Sementara itu pada bayi dibawah usia 1 tahun, Anda juga bisa memberikan ASI atau susu formula yang cukup.
  • Membiarkan bayi istirahat di ruangan yang nyaman dan juga bertemperatur sejuk, buka jendela kamarnya bila memungkinkan.
  • Bila perlu silahkan bunda berikan obat penurun panas bila si kecil juga alami demam. Akan tetapi, jangan memberikan ibuprofen atau parasetamol secara bersamaan, kecuali bila hal tersebut diresepkan dokter. Selain itu Anda juga tidak disarankan untuk memberikan aspirin pada bayi dibawah usia 6 bulan.
  • Tak ada gunanya memberi antibiotik sebab obat dengan jenis ini tak akan redakan infeksi virus.
  • Pada saat mandi, hindarkan memandikan bayi Anda dengan air dingin selama sakit, supaya bayi Anda tidak menggigil.

Penularan Roseola Infantum

Penyakit yang satu ini sifatnya umum, sehingga sebagian besar bayi atau balita pernah mengalaminya. Hanya saja sebagian anak hampir tak menunjukkan gejala berarti, sementara itu anak yang lain mungkin saja akan alami semua gejala yang muncul. Bayi dan balita yang terpapar virus dari anak lain biasanya baru akan menunjukkan gejala sekitar 1 hingga 2 minggu setelahnya.

Selain hal tersebut, biasanya roseola infantum pada bayi bisa reda sendiri dalam 1 pekan, akan tetapi Anda disarankan memeriksakan bayi Anda ke dokter bila ia alami demam tinggi, kejang – kejang, ruam merah yang tak hilang setelah 3 hari, dan sedang menderita kelemahan sistem imunitas tubuh, karena mengidap sakit serius yang lainnya atau sedang jalan pengobatan tertentu, seperti kemoterapi. Tak hanya bayi dan balita, ternyata orang dewasa pun bisa terpapar oleh virus satu ini yang biasnya menimbulkan gejala – gejala ringan, tetapi turut bisa menulari pada anak – anak.

Demikian informasi yang bisa kami bagikan tentang melindungi bayi dari penularan roseola infantum. Semoga bermanfaat.



Leave a Reply