_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"lifeblogid.com","urls":{"Home":"https://lifeblogid.com","Category":"https://lifeblogid.com/category/pengetahuan/agama/","Archive":"https://lifeblogid.com/2017/06/","Post":"https://lifeblogid.com/2017/06/05/bayi-jarang-bab-dan-sering-kentut-bahaya-tidak/","Page":"https://lifeblogid.com/kuppee-japanese-quality-international-specifications/","Attachment":"https://lifeblogid.com/2017/06/05/bayi-jarang-bab-dan-sering-kentut-bahaya-tidak/bayi-jarang-bab-sering-kentut/","Nav_menu_item":"https://lifeblogid.com/2016/04/25/199450/","Mts_ad":"https://lifeblogid.com/?mts_ad=199934","Feedback":"https://lifeblogid.com/?post_type=feedback&p=199979"}}_ap_ufee

Bayi Jarang BAB dan Sering Kentut, Bahaya Tidak?

Jual ASI Booster Tea - Minuman Alami Pelancar ASI



Bagi orang dewasa, kentut bukanlah sesuatu yang dianggap bermasalah. Justru saat tidak pernah kentut itulah yang harus diperiksakan ke dokter. Orang dewasa setidaknya mengeluarkan kentut sebanyak 14 kali dalam sehari. Jumlahnya terbilang banyak, ya? Akan tetapi beda usia tentu beda juga fenomenanya. Jika kentut yang terjadi dalam frekuensi sering terjadi pada seorang bayi, ini menimbulkan keresahan pada orangtua terutama ibunya. Banyak ibu yang bertanya-tanya mengenai penjelasan ilmiah saat bayi sering mengeluarkan kentut tapi jarang buang air besar. Untuk menjawab berbagai pertanyaan berkaitan dengan hal tersebut, simaklah ulasan yang berikut ini.

Apa penyebab bayi jarang BAB tapi sering kentut?

Buang angin yang terjadi pada bayi yang usianya kurang dari satu tahun secara sangat sering bukan hanya menggangu tapi juga meresahkan para ibu. Banyak ibu yang berfikir bahwa ini adalah gangguan atau ada penyakit yang memicu kondisi ini. Sebenarnya apa yang terjadi saat bayi sering buang angin? Inilah jawabannya:

  1. Posisi Menyusu

Kemungkinan pertama yang menyebabkan buang angin yang terjadi secara terus menerus bukanlah suatu virus atau zat bahaya yang ada di dalam tubuh bayi. Namanya saja buang angin, ini berarti memang ada banyak angin atau gas dalam tubuh yang harus dibuang oleh tubuh si kecil biasanya gas tersebut jumlahnya berlebihan dan tidak dibutuhkan oleh tubuh. Oleh karena itu secara otomatis terdorong keluar menjadi kentut. Gas itu biasanya masuk saat si kecil minum ASI. Posisi menyusu yang kurang pas membuat angin lebih mudah masuk melalui mulut. Dengan kata lain bayi bukan hanya menghisap ASI tetapi juga angin dalam waktu yang bersamaan. Bukan hanya saat menyusu kepada ibu, menyusu dengan botol juga bisa menambah jumlah gelembung gas yang ikut dihisap oleh si kecil.

  1. Makanan yang Menghasilkan Gas

Mengingat asupan makanan bayi masih banyak dipengaruhi oleh ASI maka makanan yang dikonsumsi ibu juga akan berpengaruh pada bayi. Saat ibu mengonsumsi makanan yang dapat memproduksi gas saat sudah dicerna dalam tubuh dampaknya, justru bayi yang akan kentut secara berlebihan. Oleh karena itu, lebih baik ibu mengontrol atau tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan jenis ini, seperti produk susu dan kol.

Dua hal pokok itulah yang menjadi penyebab bayi sering buang angin. Tidak ada sesuatu yang berbahaya yang masuk ke tubuh bayi anda. Menurut penelitian medis, buang angin yang terjadi dalam frekuensi sering pada bayi juga bukanlah hal yang berbahaya. Hal ini masih wajar-wajar saja. Nah, mengenai pertanyaan kentut yang sering dan bab yang jarang, juga hal wajar. Sebenarnya tidak ada hubungan bahwa kentut yang banyak harus diimbangi dengan BAB. Selagi bayi tidak memberikan tanda-tanda konstipasi seperti berikut ini, kondisi bayi masih dianggap sehat:

  1. Bentuk Fases

Anda bisa melihat apakah bayi memang mengalami konstipasi melalui bentuk fases. Saat mengalami sembelit, fases akan berbentuk seperti kotoran kambing. Selain itu fases juga terlihat keras dan liat tidak sama seperti biasanya. Ini karena kurangnya cairan pada tubuh si kecil. Kotoran yang liat akan membuat si kecil kesulitan untuk mengeluarkannya dari dalam tubuh. Terkadang dalam fases terlihat darah yang ikut keluar. Darah itu berasal dari luka yang terjadi di rektum.

  1. Waktu BAB

Sebagai orang tua, terutama ibu, memperhatikan berbagai macam pola yang dialami si kecil adalah hal wajib. Termasuk pola buang air besarnya. Jika biasanya bayi mengeluarkan kotoran di pagi tapi tiba-tiba tidak buang air, pasti terjadi sesuatu yang salah dengan sitem pencernaannya. Selain itu, jangka waktu buang air besar juga bisa dijadikan patokan. Jika dalam waktu 2 hari bayi sama sekali tidak memberikan tanda-tanda akan buang air besar, sudah bisa dipastikan bayi sedang mengalami konstipasi dan harus segera diatur pola makannya.

  1. Bayi Kesakitan

Jika bayi anda selalu terlihat kesakitan saat akan BAB atau sedang BAB, ini tandanya dia sedang mengalami konstipasi. Rasa sakit ini ditunjukkan dengan wajah ataupun reaksi si kecil yang kadang hingga menangis saat sedang buang air besar. Rasa sakit ini muncul akbiat ia kekusahan dalam mendorong fases. Ditambah lagi, ada bagian saluran yang terluka atau robek saat fases terus dipaksa keluar. Bayi tentu akan merasa perih dan sakit hingga mnangis dan rewel.

Bagaimana cara mengatasi kentut yang berlebihan pada bayi?

Meskipun masih dalam kondisi yang wajar, buang angin yang terus menerus tentu akan mengganggu kenyaman ibu, atau siapa saja yang ada di dekatnya. Anda tidak perlu khawatir karena ada beberapa langkah yang dapat diambil agar jumlah buang angin yang terjadi pada buah hati segera berkurang. Ini dia cara yang dapat dilakukan:

  1. Mangatur Pola Makan

Sudah disinggung di pembahasan sebelumnya bahwa makanan yang salah dapat memicu produksi gas yang berlebihan. Selain itu jika anda juga ingin bayi terhindar dari konstipasi, anda bisa mulai mengatur pola makan. Pastikan makanan yang berserat baik dan kaya akan nutrisi bukan kaya akan gas pembuat kentut.

  1. Menyesuaikan Ukuran Dot dengan Bayi

Poin ke dua ini penting untuk ibu yang memberikan susu dengan botol atau dot kepada anaknya. Usahakan untuk memilih dot yang ukurannya pas untuk mulut bayi sehingga tidak akan ada angin yang ikut masuk saat bayi menyusu dengan botolnya. Semakin besar atau kebesaran dot akan ada semakin banyak gas yang masuk ke tubuh buah hati. Namun, jika ukuran dot terlalu kcil, bayi juga akan tetap menyerap lebih banyak gelembung gas. Jadi, pemilihandot dengan ukuran pas-lah yang terbaik diantara semua pilihan yang ada.

  1. Memijat Perut

Hal lain yang juga bisa membantu agar gas dalam tubuh segera normal kembali adalah dengan memijat secara halus dan pelan pada bagian perut bayi. Anda bisa memijat hingga area sekitar 3 jari dibawah pusar. Gunakan minyak pijat atau minyak telon agar gasnya segera terdorong keluar dari sistem pencernaan.

  1. Membuat Bayi Sendawa

Anda tentu sudah tahu, gas yang berlebih pada tubuh bisa dikeluarkan bukan hanya dalam bentuk kentut saja. Bayi bisa dibuat agar sendawa. Saat ia sendawa ini berarti ia sedang mengeluarkan gas hanya beda saluran saja. Agar bayi sendawa hingga gas berkurang adalah dengan menggendong si kecil namun posisinya seperti berdiri. Setelah itu tepuk dengan pelan bagian punggung.

Itulah informasi seputar kentut yang terlalu sering pada bayi dan juga buang air besar. Keduanya memang berhubungan dengan saluran pencernaan. Namun, faktanya kentut dan buang air besar tidak saling berpengaruh. Saat anak kentut, tidak berarti dia akan segera buang air besar. Dia hanya mengeluarkan gas berlebih saja bukan kotorannya juga.



Tulis Komentar