_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"lifeblogid.com","urls":{"Home":"https://lifeblogid.com","Category":"https://lifeblogid.com/category/pengetahuan/agama/","Archive":"https://lifeblogid.com/2017/06/","Post":"https://lifeblogid.com/2017/06/05/bayi-jarang-bab-dan-sering-kentut-bahaya-tidak/","Page":"https://lifeblogid.com/kuppee-japanese-quality-international-specifications/","Attachment":"https://lifeblogid.com/2017/06/05/bayi-jarang-bab-dan-sering-kentut-bahaya-tidak/bayi-jarang-bab-sering-kentut/","Nav_menu_item":"https://lifeblogid.com/2016/04/25/199450/","Mts_ad":"https://lifeblogid.com/?mts_ad=199934","Feedback":"https://lifeblogid.com/?post_type=feedback&p=199979"}}_ap_ufee

Ketahui Penyebab Bayi Muntah Setelah Minum Asi

Jual ASI Booster Tea - Minuman Alami Pelancar ASI



Setiap bayi baik di usia beberapa hari hingga 5 bulan, pasti pernah yang namanya mengalami muntah atau gumoh setelah mengkonsumsi makanan baik ASI atau bubur susu. Muntah pada bayi memang bervariasi karena beberapa ada yang sesekali muntah, ada juga yang mengalaminya beberapa kali setelah diberi ASI atau makanan. Akan tetapi, sebenarnya kasus ini tidak perlu terlalu dicemaskan, karena muntah pada bayi itu ada penyebabnya yang perlu ibu ketahui. Jika muntah yang normal, biasanya hanya sesekali saja setelah mengkonsumsi makanan, akan tetapi jika bayi mengalami muntah yang berlebihan tentu ini harus diketahui penyebabnya oleh ibu.

Sebenarnya mutah pada bayi sendiri merupakan reaksi yang normal, akan tetapi bisa juga menjadi pertanda bayi bisa mengalami kasus tertentu. Bayi yang baru berusia beberapa minggu biasanya mengalami muntah yang normal setelah diberikan ASI, karena pada usia tersebut si bayi baru beradapatasi dengan makanan yang akan dicernanya, sehingga biasa disebut dengan gumoh. Gumoh ini reaksi yang normal ketika bayi setelah minum susu atau asi. Susu yang ditelan oleh bayi biasanya melewati bagian belakang pada mulut si bayi dan menuju kerongkongan baru diteruskan ke lambung. Di dalam tubuh bayi terdapat cincin otot dimana letaknya diantara kerongkongan dan lambung. Cincin otot ini sebagai pintu masuk ASI yang ditelan oleh bayi menuju ke lambung. Setelah asi masuk ke dalam lambung, biasanya cincin otot akan menutup otomatis.

Akan tetapi jika cincin tersebut tidak bisa tertutup denga,n sempurna asi tersebut bisa kembali lagi melalui kerongkongan dan dimuntahkan oleh bayi. Dalam hal ini dokter biasanya menyebutnya sebagai refluks. Ini memang biasa terjadi pada bayi yang usia masih beberapa minggu, karena sangat rentan mengalami gumoh atau muntah, sedangkan ukuran lambung si bayi masih kecil. Maka dari itu cincin otot pada tubuh si bayi memang belum bisa bekerja secara baik selayaknya orang dewasa, cincin otot ini bisa tumbuh menjadi baik dan kuat biasanya pada bayi yang usianya 4-5 bulanan. Di usia tersebut bayi sudah jarang lagi mengalami gumoh.

Ada juga penyebab lain si bayi mengalami muntah atau gumoh, biasanya terjadi jika dia menangis dan batuk-batuk berlebihan. Muntah yang abnormal, bisa juga terjadi pada kondisi bayi yang tidak sehat seperti keracunan makanan, infeksi virus, infeksi saluran pernapasan, pneumonia, infeksi telingan, radang usus buntu, dan meningitis. Penyebab tersebut yang menjadikan bayi gumoh secara tidak normal, akan tetapi anda bisa membedakan mana bayi yang mengalami gumoh normal dan tidak normal bisa dilihat dari tanda-tandanya.

Jika bayi muntah berwarna hijau kondisi ini bisa menjadi gejala mengalami sebuah gangguan pada usus si kecil. Selain itu jika anda melihat tanda seperti bayi yang mengalami kesakitan setelah gumoh itu tanda bayi tidak sehat atau gumoh yang tidak normal. Ada juga gejala dimana muntah bayi yang diiringi dengan pembengkakan pada perut, ini juga indikasi kesehatan yang abnormal pada bayi. Gejala lain seperti muntah yang lebih dari satu kali, ini bisa juga jika bayi sesudah mengalami cidera, ada juga bayi yang mengalami muntah diikuti dengan darah, ini pertanda yang tidak baik, jadi bagi ibu yang melihat ketidaknormalan gumoh pada bayi segeralah untuk mendapatkan penanganan secara cepat, karena dikhawatirkan ini pertanda indikasi suatu penyakit pada si kecil.

Jika anda hanya melihat si bayi ternyata mengalami muntah yang biasa atau normal, tidak perlu cemas, anda juga tidak harus membawanya ke dokter, karena ini merupakan hal yang biasa anda bisa melakukan tips seperti membaringkan bayi setelah diberikan asi agar terhindar dari gumoh, anda juga bisa menggendongnya dengan posisi bayi tegak, agar tidak kembali lagi makanannya. Setelah digendong baru dibarigkan ke tempat tidur. Selain itu, setelah bayi mengonsumsi makanan usahakan untuk membuatnya bersendawa agar tidak terjadi gumoh yang berlebihan, karena tentu makanan yang dikeluarkan setelah dikonsumsi akan membuat bayi dehidrasi kembali.

Jika bayi anda mengalami muntah yang abnormal, maka penanganan yang tepat adalah membawanya ke dokter spesialis anak, agar ditangani segera sesuai dengan yang diderita si kecil. Memang terkadang sulit untuk mendektsi gejala yang dialami oleh si bayi ketika mengalami gumoh yang berlebihan, ada juga bayi yang muntah berlebihan dan ternyata tidak terindikasi penyakit apapun, namun untuk waspada tentu anda harus terus siaga pada si buah hati apapun yang terjadi untuk selalu dikonsultasikan pada dokter dan tau penyebabnya. Jika memang ternyata gumoh si kecil merupakan pertanda abnormal, dokter pasti akan menangani dengan tepat, bisa diberikan cairan atau obat lainnya. Anda jangan gegabah untuk memberikan obat apapun pada bayi tanpa rekomendasi dokter.

Kondisi bayi memang tidak mudah untuk diprediksi, terkadang ada muntahan yang terlihat aneh dan ternyata itu hanya efek biasa saja. Oleh sebab itu sebagai orang tua harus selalu waspada apa saja yang dikonsumsi oleh bayi. Bayi yang terkadang mengalami alergi pada protein susu formula misalnya susu formula sapi, biasanya juga mengalami muntah yang berlebihan dan rewel alias nangis. Maka tentu anda perlu menggantikannya dengan susu formula jenis lain seperti susu soya untuk menggantikan protein pada susu sapi, dan mencegah bayi mengalami muntah yang berlebihan.

Muntah juga bisa disebabkan karena alergi protein susu, biasanya memang ada ibu yang tidak bisa memberikan asi secara maksimal sehingga harus menggantikannya dengan susu formula, akan tetapi tidak semua bayi bisa cocok jika diberikan sufor sapi, oleh sebab itu anda perlu waspda ketika menemui bayi anda mengalami alergi protein susu, biasanya muntah yang disertai rewel, dan kebanyakan dokter untuk menyarankan ibu untuk memberikan sufor peganti susu sapi yaitu susu soya, akan tetapi lebih baik lagi jika anda berkonsultasi terlebih dahulu sebelum memberikannya susu jenis lain. Karena biasanya dokter yang lebih tau apa yang seharusnya dibutuhkan oleh si kecil, anda hanya bisa mengikuti rekomendasi dari dokter, karena bisa saja muntahan si bayi tergolong alergi yang abnormal.

Mulai sekarang anda perlu mengenali jenis dan penyebab muntah atau gumoh pada bayi, apakah itu tergolong normal atau abnormal, jika memang normal tentu anda bisa menanganinya sendiri, akan tetapi jika tergolong abnormal, anda bisa mengenali beberapa penyebabnya, dan untuk mengetahui penyebab pastinya anda harus menghubungi dokter dan menanyakannya secara langsung, karena bisa jadi gumoh pada si kecil tidak lah gumoh biasa, dan sudah terindikasi peyakit. Penanganan dokter akan menjadi yang terbaik untuk bayi anda agar terhindar dari resiko yang berbahaya. Kenali sejak dini kelakuan bayi anda, dan jangan pernah menganggap remeh apapun yang terjadi pada si kecil, rajinlah untuk mengkosnultasikannya dengan dokter dan pakarnya.



Tulis Komentar