_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"lifeblogid.com","urls":{"Home":"https://lifeblogid.com","Category":"https://lifeblogid.com/category/pengetahuan/agama/","Archive":"https://lifeblogid.com/2017/03/","Post":"https://lifeblogid.com/2017/03/10/cara-ampuh-untuk-mengatasi-perut-kembung-pada-bayi/","Page":"https://lifeblogid.com/kuppee-japanese-quality-international-specifications/","Attachment":"https://lifeblogid.com/2017/03/10/cara-ampuh-untuk-mengatasi-perut-kembung-pada-bayi/cara-menghilangkan-perut-kembung-pada-bayi/","Nav_menu_item":"https://lifeblogid.com/2016/04/25/199450/","Mts_ad":"https://lifeblogid.com/?mts_ad=199934","Feedback":"https://lifeblogid.com/?post_type=feedback&p=199955"}}_ap_ufee

Seputar Gangguan Bayi Susah BAB – Penyebab dan Mengatasinya

Jual ASI Booster Tea - Minuman Alami Pelancar ASI

Gangguan Bayi Susah BAB – Penyebab dan Mengatasinya; Mungkin bagi ibu jika harus memilih antara dia yang sakit atau anaknya yang sakit, ibu akan mengatakan lebih baik dia saja. Namun, mau bagaimana lagi ibu tidak bisa memilih siapa dan kapan yang akan sakit atau mengalami gangguan kesehatan. Nah, salah satu gangguan yang ditakutkan ibu pada bayinya adalah sembelit atau susah buang air besar. Masalah ini tentu saja menyiksa si kecil. Mungkin anda harus mengetahui penyebab konstipasi pada bayi agar bisa mencegahnya terjadi pada anak anda. Kalaupun memang harus terjadi, anda juga sudah tahu bagaimana cara mengatasinya karena pembahasan kali ini akan menjelaskan kedua hal yang sering merahkan ibu itu.

Gangguan Bayi Susah BAB – Penyebab dan Mengatasinya

Apa penyebab utama bayi susah BAB?

  1. Masalah Cairan

Saat bayi mulai mengalami gejala atau bahkan sudah merasan gangguan pada metabolisme atau sering dikenal dengan sembelit, ini adalah tanda bahwa ada orang bermasalah dengan cairan pada tubuhnya. Ada dua kemungkinan. Yang pertama, cairan di tubuh si kecil kurang. Ini berarti anda harus menambah asupan cairan melalui ASI maupun makanan pendamping ASI yang setiap hari diberikan kepada si kecil. Saat cairan kurang, tinjanya akan mejadi keras dan bayi sulit untuk mengeluarkannya. Kemungkinan yang kedua adalah, asupan cairan sudah cukup tapi tubuh mengeluarkannya secara berlebihan. Biasanya hal ini terjadi karena cuaca yang panas atau pengaruh AC. Saat panas, tubuh akan mengelurkan banyak keringat begitupun di ruangan yang ber-AC. Meskipun terlihat sejuk, sebenarnya udara AC meyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan yang dapat mengurangi asupan cairan pada bayi. Oleh karena itu sangat disarankan bagi ibu memberikan banyak cairan pada bayi saat udara panas. Jika belum mendapatkan makanan pendamping ASI, memberikan ASI secara teratur dapat mencegah sembelit.

  1. Kelebihan Zat Besi

Penyebab kedua sembelit pada bayi adalah asupan Zat Besi yang terlalu banyak ada di tubuhnya. Hal ini ditandai dengan bentuk kotoran yang menyerupai kotoran kambing. Anda mungkin berfikir bahwa Zat Besi yang banyak dapat membantu kesehatan tulang dan gusi. Padahal sesuatu yang berlebih tetap tidak baik. Jadi, tetap jaga pola makan anda maupun bayi agar Zat Besi dalam kadar yang cukup.

  1. Kelebihan Protein

Bayi biasanya akan mengalami sembelit saat dia mendapat asupan protein hewani maupun nabati yang berlebihan. Biasanya kondisi ini diawali dengan konsumsi kacang-kacangan oleh ibu maupun bayi itu sendiri yang tidak diimbangi dengan konsumsi cairan atau minuman yang cukup. Protein yang terkandung pada makanan dan masuk tubuh tidak digunakan semuanya. Protein yang berlebih itu akan dibuang bersama kotoran yang dikeluarkan tubuh. Protein yang tinggi akan membuat kotan jadi keras jika cairanya tidak dilebihkan.

  1. Obat

Selain berbagai kandungan mineral yang sudah dibahas, obat kimia juga bisa memicu terjadinya konstipasi pada bayi. Misalnya saja obat flu. Tubuh bayi belum bisa menerimanya dan memberikan reaksi dengan konstipasi. Itu adalah efek samping dari obat kimia yang dikonsumsi bayi.

  1. Susu Formula

Jika bayi anda mengalami sembelit dan sedang mengonsumsi susu formula, coba koreksi lagi. Susu formula tidak selamanya baik. Justru beberapa bayi mengalami masalah BAB karena konsumsi susu formula. Zat pada susu formula ini dapat memicu masalah pada metabolisme si kecil. Akan lebih baik jka anda mengandalkan ASI saja, apalagi saat usia anak masih kurang dari 2 tahun.

Info Seputar Gangguan Bayi Susah BAB - Penyebab dan Mengatasinya

Bagaimana cara mengatasi konstipasi / susah bab pada bayi?

Ibu jangan khawatir, setiap gangguan atau masalah pasti ada solusinya. Jika bayi anda susah BAB ada beberapa hal bisa dilakukan. Cara yang dimaksud tentu juga terjamin tidak memberikan efek samping dan dengan langkah alami. Untuk mengetahui lebih jauh, inilah ulasannya untuk anda:

  1. Memberikan Buah

Cara pertama ini akan sangat cocok dilakukan untuk bayi yang usianya lebih dari 6 bulan karena sudah mendapatkan makanan pendamping ASI. Buah-buahan yang kaya akan serat dan cairan dapat membantu membentuk tinja dan mendorong berbagai mineral penyebab konstipasi agar keluar dari tubuh. Misalnya saja buah pepaya, pir, semangka,apel dan pisang yang cocok untuk si kecil. Buah tersebut sudah dibuktikan dapat menjadi obat mujarab bagi konstipasi yang terjadi pada bayi dibandingkan dengan harus menggunakan obat kimia.

  1. Memberikan ASI

Mengingat penyebab konstipasi pada bayi bukan hanya masalah serat tapi juga cairan, ASI adalah obat yang cocok untuk mengembalikan cairan pada buah hati. Berikanlah ASI yang cukup. Biasanya waktu menyusu yang baik adalah selama 20-40 menit dan lakukan selama dua jam sekali. Jika bayi tidur, paksakan dia untuk bangun dan menyusu. Jika dibiarkan saja, bisa jadi kondisinya semakin parah.

  1. Menambah Asupan Cairan

Penambahan asupan cairan bukan hanya dapat dilakukan melalui ASI melainkan juga melalui minuman atau cairan seperti air putih. Jika anda sudah memastikan anak terkena sembelit, tambahakan lagi asupan air putih yang biasa masuk ke tubuhnya agar kondisi segera membaik. Sebaiknya anak mengonsumsi minimal 6 hingga 7 gelas air putih setiap harinya. Jika kurang dari itu bisa dipastikan, cairan ditubuhnya akan terus kurang.

  1. Menggunakan Buah Plum

Cara alami yang juga bisa ditempuh jika kondisi si kecil belum membaik adalah dengan memanfaatkan buah plum. Anda bisa merendam buah ini selama satu malam dengan air panas. Keesokkan harinya anda bisa mengambil satu sendok teh air rendamannya dan memberikannya kepada bayi. Cara ini sudah terbukti ampuh untuk menjadi obat konstipasi pada bayi.

  1. Menggunakan Apel

Nah, jika anda mengalami kesulitan untuk mendapatkan buah plum, apel bisa dijadikan penggantinya. Caranya cincang buah apel dan rendam juga. Lalu berikan air hasil rendaman kepada si kecil. Kandungan mineral pada buah apel mirip dengan buah plum yang dapat melancarkan kembali metabolisme di tubuh bayi.

Kapan harus menghubungi dokter bila bayi susah bab?

Meskipun cara alami sudah bisa ditempuh akan tetapi tak jarang kondisi bayi justru tidak membaik. Nah, dalam kondisi yang seperti inilah anda harus segera membawa buah hati untuk berkonsultasi kepada dokter. Anda akan mengetahui secara lebih pasti apa penyebab sembelit pada anak anda sehingga tindakan lanjutan bisa dilakukan. Saat kotoran anak dalam bentuk seperti kotoran kambing selama berhari-hari tanpa ada perubahan, segeralah berkonsultasi pada ahlinya sebelum terlambat. Jika sembelit disebabkan oleh susu formula, biasanya dokter akan meminta anda untuk menghentikan pemberian susu formula pada anak dan menyarankan untuk memilih ASI saja.

Itulah tadi informasi seputar masalah sembelit yang biasa terjadi pada anak. Gangguan ini tidak akan menjadi penyakit yang berbahaya jika anda melakukan penanganan dngan tepat dan cepat. Asupan makanan yang harus diperbaiki bukan hanya pada anak saja, ibu juga harus ikut serta karena bayi mengambil ASI darinya. Jadi, untuk mencegah konstipasi ibu dan anak sama-sama wajib mengatur pola makan.



Tulis Komentar