_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"lifeblogid.com","urls":{"Home":"https://lifeblogid.com","Category":"https://lifeblogid.com/category/pengetahuan/agama/","Archive":"https://lifeblogid.com/2017/03/","Post":"https://lifeblogid.com/2017/03/10/cara-ampuh-untuk-mengatasi-perut-kembung-pada-bayi/","Page":"https://lifeblogid.com/kuppee-japanese-quality-international-specifications/","Attachment":"https://lifeblogid.com/2017/03/10/cara-ampuh-untuk-mengatasi-perut-kembung-pada-bayi/cara-menghilangkan-perut-kembung-pada-bayi/","Nav_menu_item":"https://lifeblogid.com/2016/04/25/199450/","Mts_ad":"https://lifeblogid.com/?mts_ad=199934","Feedback":"https://lifeblogid.com/?post_type=feedback&p=199955"}}_ap_ufee

Dunia Anak Balita: Pentingnya Bermain bagi Balita

Jual ASI Booster Tea - Minuman Alami Pelancar ASI

Dunia balita atau dunia anak memang menjadi dunia yang sangat menarik untuk dibahas dan diperhatikan. Pertumbuhan seorang anak bisa dilihat dengan jelas dengan menjadi orang tua yang paham benar bagaimana dunia anak balita. Salah satu bagian dari dunia anak balita adalah bermain. Namun, sayangnya beberapa orang tua malah melarang anaknya untuk bermain dan menikmati masa kecilnya dengan melakukan berbagi hal. Padahal masa anak memang masa untuk bermain. Akan ada dampak luar biasa saat anak bisa bermain dan ada pengaruh juga saat dia dibatasi dalam bermain.

Pentingkah masa bermain untuk Balita?

Banyak yang beranggapan bahwa bermain hanyalah kegiatan yang tidak berguna. Anak lebih baik tidur atau melakukan hal lain yang lebih bermanfaat. Pemikiran itu hendaknya sudah diusir jauh-jauh. Orang tua harus menyadari benar bahwa bermain adalah satu-satunya aktifitas yang disukai dan cocok untuk balita. Ada beberapa manfaat yang bisa menunjukkan pentingnya bermain bagi balita, antara lain:

  1. Melatih Balita untuk Bersosialisasi

Di Indonesia banyak sekali orang tua yang lebih fokus untuk mendidik anaknya agar cerdas atau berprestasi secara akademik. Ini ditunjukkan dengan sikap orang tua yang terus menuntut anaknya untuk mendapatkan nilai yang bagus di sekolah, menjuarai berbagai lomba, dan menjadi juara di kelasnya. Demi itu semua, orang tua sudah mulai mendidik anaknya sejak kecill dengan mengajarinya berhitung, ikut berbagai macam les, sehingga waktunya akan berkurang. Bahkan anak usia 1 tahun saja sudah dimasukkan ke sekolah. Hal ini bukannya tidak baik, tapi orang tua harus mengimbanginya dengan kegitan yang membuat anak senang. Kebutuhan utama balita memanglah bermain. Jadi, penuhilah kebutuhan itu. Saat bermain anak bisa belajar untuk bersosialisasi dengan teman seusianya. Dia bisa mencoba untuk berkenalan dengan orang lain selain keluarganya. Ini tentu baik untuk mengawali perkembangan EQ yang baij bukan hanya IQ.

  1. Mengembangkan Kreatifitas

Bermain tidak selalu berkaitan dengan menghabiskan waktu untuk melakukan aktifitas yang tidak penting. Saat seorang balita bermain dia akan melakukan berbagai hal yang mengasah otak kanannya. Dia akan mencoba untuk menemukan hal-hal baru yang menarik. Dia bahkan akan membuat hal-hal yang menyenangkan dan mengejutkan untuk dilihat oleh orang tuanya. Si kecil bisa menyusun sesuatu yang baru dari apa yang didekatnya. Ini berarti dia sedang bermain dengan imajinasinya. Dia sudah mulai melakukan hal-hal yang sebelumnya dia tidak lakukan. Jangan salah, justru hal seperti inilah yang juga disebut sebagai prestasi.

  1. Mengenal Diri Sendiri

Mengenal diri sendiri bukan hanya diperlukan oleh seorang yang sudah dewasa atau remaja. Balita sudah harus mulai diajarkan untuk mengenal dirinya sendiri agar pengenalan sudah bisa dilakukan sejak dini. Saat bermain dia akan mulai tahu hal apa saja yang dia sukai. Dia akan mengenal lingkungan apa yang dia kehendaki.

  1. Melatih Beradaptasi dan Komunikasi

Saat balita bermain inilah ajang untuk mereka belajar mengenal lingkungan luar rumah. Mereka yang terbiasa untuk bergaul dengan orang asing dengan berbagai permainan cenderung tumbuh menjadi anak yang lebih penyayang dan mudah beradaptasi dengan siapa saja dan lingkungan yang bagaimanapun. Ini tentu saja menjadi pelajaran yang positif bagi balita. Selain itu saat anak bermain dengan temannya dia juga akan mulai untuk belajar berkomunikasi dengan orang lain. Bagi mereka yang belum lancar bicara tentu hal ini adalah sesuatu yang menguntungkan. Balita bisa melatih organ bicaranya dan terdorong untuk memproduksi suara. Berdasarkan penelitian, anak yang hanya menghabiskan waktu sendiri tanpa bermain dengan teman-teman cenderung lebih lamban dalam bicaranya. Dia menjadi kurang komunikatif dan agak sulit dalam menyesuaikan diri di kemudian hari.

  1. Mengajarkan Berbagi

Saat bermain seorang balita sedang belajar untuk berbagi dan menghargai orang lain. Jika dia hanya terus sendirian di rumah, dia akan terbentuk menjadi seseorang yang individualis. Dia akan lebih egois karena biasanya dia bisa mendapatkan apa yang dia mau tanpa belajar untuk menghargai dan berbagi dengan orang lain. Tentu anda tidak ingin hal ini terjadi bukan? Oleh karena itu berilah waktu untuk anak bermain dan menemukan diri mereka bersama teman seusianya. Pendidikan moral dan mental tentu akan menjadi dampak positif dari permanian itu.

  1. Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Usia dini di bawah lima tahun adalah masa yang baik untuk mulai mengajarkan anak agar tumbuh menjadi seseorang yang percaya diri tapi bukan yang berlebihan. Dia harus menjadi pemberani dan punya keyakinan terhadap dirinya sendiri dengan cara melakukan berbagai macam permainan yang menarik. Saat mereka bermain ada kepuasan tersendiri yang membuat mereka lebih yakin akan dirinya sendiri. Selain itu terbiasa dengan bermain bersama banyak orang akan membuat seorang anak lebih percaya diri untuk ikut serta diantar banyak orang dan tampil di hadapan publik.

Dunia Anak Balita: Pentingnya Bermain bagi Balita

Apa saja contoh permainan yang cocok untuk balita?

Memang benar bahwa tidak semua permainan cocok dan mendukung pertumbuhan seorang balita. Permainan dengan kriteria khususlah yang dapat diperkenalkan kepada balita. Jadi, bermain bukan hanya fokus pada mengisi waktu saja. Ada pendidikan yang tertanam secara tidak langsung ke dalam pikiran dan diri para balita. Berikut ini adalah permainan yang direkomendasikan untuk para balita:

  1. Permainan untuk eksplorasi benda sekitar

Masa balita adalah masa dimana anak mulai penasaran akan banyak hal. Dia suka untuk mencari tahu dan mengenal lebih dalam sesuatu yang dia lihat dan menarik perhatiannya. Berikan kebebasan untuk mereka mencari tahu tentang segala hal tersebut. Selagi tidak menimbulkan bahaya seperti eksplorasi benda tajam, biarkan mereka bermain.

  1. Permainan yang mengasah otak kanan

Yang dimaksudkan dengan permainan yang mengasah otak kanan adalah bermain yang membutuhkan keinginan dan kreativitas. Misalnya saja mencoret-coret buku, menggambar, bernyayi, dan sebagainya yang menuntut imajinasi si balita. Bermain bola sebenarnya juga bagian dari otak kanan. Dari berbagai permainan itulah, anda bisa sedikit banyak tahu apa yang disukai dan apa yang menjadi bakat si kecil. Nantinya setelah sudah tahu, anda bisa membuatnya belajar lebih dalam tentang hobi atau bakat yang dimilikinya.

  1. Permainan untuk berbagi

Mengajak anak untuk bermain di area yang banyak teman seumurannya juga penting. Dia bisa belajar untuk bekerja sama dan berbagi. Misalnya saja di taman bermain. Ada beberapa permainan yang harus dimainkan secara bergantian. Nah, inilah media yang bagus agar di kecil paham untuk berbagi dengan orang lain. Dia juga akan berkomunikasi dan membangun pertemanan.

Itulah tadi informasi seputar dunia anak dan permainan untuk para balita khususnya. Jangan pernah menyepelekan waktu bermain untuk anak karena ada banyak hal yang hanya bisa dipelajari oleh para balita dari bermain. Biarkan mereka berkembang dan berimajinasi sesuai dengan kemampuan mereka.



One Response

Tulis Komentar