_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"lifeblogid.com","urls":{"Home":"https://lifeblogid.com","Category":"https://lifeblogid.com/category/pengetahuan/agama/","Archive":"https://lifeblogid.com/2017/05/","Post":"https://lifeblogid.com/2017/05/20/ketahui-penyebab-bayi-muntah-setelah-minum-asi/","Page":"https://lifeblogid.com/kuppee-japanese-quality-international-specifications/","Attachment":"https://lifeblogid.com/ibu-hamil/","Nav_menu_item":"https://lifeblogid.com/2016/04/25/199450/","Mts_ad":"https://lifeblogid.com/?mts_ad=199934","Feedback":"https://lifeblogid.com/?post_type=feedback&p=199979"}}_ap_ufee

Makanan yang Wajib Dikonsumsi dan Mitos untuk Ibu Pasca Persalinan Normal

Jual ASI Booster Tea - Minuman Alami Pelancar ASI

Setelah masa kehamilan, fase berikutnya yang harus anda lalui adalah melahirkan. Ada beberapa cara yang bisa diambil untuk melakukan proses persalinan. Namun, persalinan normal masih tetap yang paling diingankan para wanita agar merasa dirinya benar-benar seutuhnya wanita. Tak jarang wanita yang melahirkan secara normal juga harus mengalami jahitan karena robekan saat bayi keluar. Selain itu, pasca persalinan ibu akan mulai menyusui anaknya. Nah, dalam kondisi yang demikian ada beberapa makanan yang dapat membantu anda tetapi ada juga mitos yang berkaitan dengan makanan yang harus dihindari pasca persalinan normal.

Apa saja makanan untuk ibu pasca persalinan normal?

Makanan yang Wajib Dikonsumsi dan Mitos untuk Ibu Pasca Persalinan Normal

Selain mendapatkan obat dari dokter, asupan makanan yang baik juga bisa mendukung proses pemulihan kondisi fisik setelah proses persalinan. Beberapa makanan tersebut sebenarnya mirip dengan makanan yang dianjurkan untuk ibu hamil, antara lain:

  1. Kacang-kacangan

Anda salah jika berfikir kacang-kacangan akan menyebabkan gatal atau alergi pada ibu dan bayi yang baru saja dilahirkannya. Kacang-kacangan justru sangat baik untuk dikonsumsi setelah melahirkan. Kacang-kacangan memiliki kandungan Zinc yang sangat baik untuk mengeringkan luka jahitan pada ibu. Selain itu kacang-kacangan seperti kedelai dan kacang hijau mampu memperlancar produksi ASI. Ini cocok untuk para ibu yang ASI yang masih belum banyak setelah melahirkan. Kandungan kalsium juga terdapat pada kacang-kacangan yang membuat ASI bukan hanya banyak tetapi juga berkualitas untuk pertumbuhan bayi.

  1. Susu

Susu adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan baik selama hamil maupun pasca melahirkan. Susu dapat membuat tubuh dan fikiran anda merasa lebih relaks. Kandungan protein yang baik pada susu mampu mempengaruhi otak untuk selalu tenang dan terhindar dari depresi pasca melahirkan. Hal ini tentu penting karena beberapa wanita justru mengalami depresi atau stress berat saat setelah proses persalinan. Kondisi mental yang kurang stabil serta tidak adanya asupan makanan yang dapat memberi ketenangan akan memperparah kondisi.

  1. Salmon

Sebagai bagian dari empat sehat lima sempurna, salmon adalah menu yang sangat dianjurkan. Ikan jenis ini memiliki kandungan Omega 3 yang diperlukan bayi maupun ibu untuk menjaga kesehatan otak. Bagi ibu yang baru saja melahirkan salmon dapat berperan seperti susu yakni menghindarkan ibu dari depresi pasca persalinan. Sedangkan bagi bayi yang baru lahir, omega 3 adalah mineral penting untuk menutrisi otak agar cerdas dan cepat dalam menerima sinyal. Namun, ada satu hal perlu anda ingat bahwa salmon yang dikonsumsi oleh ibu setelah melahirkan haruslah bebas dari merkuri atau polutan lainnya. Anda bisa juga mengganti salmon dengan minyak ikan asli jika anda kesulitan mendapatkan ikan salmon tanpa zat kimia berbahaya.

  1. Coklat

Jenis coklat yang paling baik untuk ibu pasca melahirkan adalah dark chocolate. Coklat adalah salah satu makanan, bisa jadi camilan, yang kaya akan nutrisi. Rasanya setiap orang menyukai makanan manis yang satu ini. Kandungan mineral di dalamnya mampu memberikan rasa tenang karena ada hormon kebahagian yang produksinya meningkat dengan mengonsumsi coklat. Kondisi mood ibu pasca melahirkan yang kadang tidak tentu atau lebih emosional bisa distabilkan dengan coklat.

  1. Jeruk

Tahukah anda bahwa kebutuhan Vitamin C pasca melahirkan lebih banyak dibandingkan saat sedang hamil? Kebutuhan Vitamin C meningkat untuk memulihkan kondisi fisik ibu. Vitamin C yang baik tentu dapat mencegah terjadinya infeksi pada ibu pasca melahirkan. Jeruk adalah makanan yang paling baik dalam memberikan asupan Vitamin C. Jeruk juga mampu memberikan tambahan energi bagi ibu yang harus menyusui dan kadang tidak tidur semalaman karena bayi yang rewel. Oleh karena itu konsumsi jeruk saat sarapan adalah hal yang bagus untuk menjaga kesehatan ibu setelah persalinan.

Makanan apa saja yang tidak boleh dikonsumsi selama pasca persalinan normal?

Sama seperti saat hamil, ada makanan yang wajib dikonsumsi dan ada juga yang namanya mitos berkaitan dengan makanan. Mitos itu tentu saja kurang baik karena kadang justru salah. Beberapa makanan yang seharusnya dikonsumsi malah ditinggalkan oleh ibu hamil. Untuk mencegah anda melakukan kesalahan karena mitos, ini dia daftar makanan yang masuk daftar mitos:

  1. Telur

Banya orang tua yang bilang bahwa setelah proses persalinan, wanita tidak boleh mengkonsumsi telur hingga luka jahitannya sembuh dan tali pusar bayi juga kering. Alasannya telur memiliki kandungan protein terlalu tinggi yang dapat memperlambat penyembuhan luka. Selain itu telur dikhawatirkan dapat membuat rasa gatal pada bagian yang luka dan membuatnya infeksi karena digaruk. Hal yang demikian tidaklah benar. Kebenarannya, justru ibu dan bayi membutuhkan asupan nutrisi yang baik yang terkandung pada telur.

  1. Semangka

Jika ada yang bilang bahwa setelah melahirkan ibu tidak boleh makan semangka karena kaya akan kandungan air anda tidak boleh langsung menurut saja. Semangka memang kaya akan kandungan air yang justru baik untuk ibu setalah melahirkan. Pasca persalinan ibu kehilangan banyak cairan tubuh dan harus segera dikembalikan dengan makanan-makanan yang berair. Jika ada yang bilang kandungan air pada semangka akan membuat luka terus basah, tentu saja tidak dibenarkan secara medis.

  1. Daging

Selain telur, daging adalah sumber protein lainnya yang sering dijadikan makanan yang tidak boleh dikonsumsi selama pasca persalinan atau nifas. Daging dikhawatirkan memperbanyak darah nifas yang dikeluarkan ibu. Tentu itu hanyalah mitos belaka. Hingga saat ini belum ada penelitian yang dapat membuktikan kebenaran dampak buruk daging terhadap kondisi ibu pasca persalinan normal. Justru berbagai mineral pada daging dibutuhkan untuk memulihkan kondisi ibu.

  1. Pisang

Buah pisang adalah salah satu buah lezat yang masuk dalam kategori pantangan berdasarkan mitos di masyarakat. Pisang dianggap dapat membahayakan pencernaan bayi dan ibu pasca melahirkan. Padahal kenyataannya kandungan vitamin dan serta pada pisang justru dapat menghindarkan ibu yang baru melahirkan dari sembelit. Selain itu pisang dapat membantu menjaga kesehatan gusi dan tulang bayi. Haruskah anda meninggalkan buah yang justru bermanfaat ini? Tentu saja tidak. Sangat sayang sekali jika salah satu sumber nutrisi yang baik malah tersingkirkan.

  1. Sayur Kuah

Ibu hamil juga dilarang mengonsumsi masakan yang berkuah. Sama seperti semangka, makanan yang berkuah dikhawatirkan dapat membuat luka pada ibu dan bayi semakin basah dan dikhawatirkan mengakibatkan infeksi. Hal ini tentu hanyalah mitos belaka. Sayuran dengan kuah selain dapat menigkatnkan nafsu makan, juga membantu menambah cairan tubuh yang terus dibutuhkan ibu paska persalinan dan baru saja mulai menyusui.

Berdasarkan info di atas ternyata masih ada kesalahpahaman di masyarakat mengenai makanan untuk ibu pasca melahirkan. Semoga dengan uraian di atas, kesalahpahaman bisa segera diperbaiki sehingga ibu yang baru saja melakukan proses persalinan tidak salah makan dan bisa mendapatkan asupan nutrisi dengan baik.



Tulis Komentar