_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"lifeblogid.com","urls":{"Home":"https://lifeblogid.com","Category":"https://lifeblogid.com/category/pengetahuan/agama/","Archive":"https://lifeblogid.com/2017/05/","Post":"https://lifeblogid.com/2017/05/20/ketahui-penyebab-bayi-muntah-setelah-minum-asi/","Page":"https://lifeblogid.com/kuppee-japanese-quality-international-specifications/","Attachment":"https://lifeblogid.com/ibu-hamil/","Nav_menu_item":"https://lifeblogid.com/2016/04/25/199450/","Mts_ad":"https://lifeblogid.com/?mts_ad=199934","Feedback":"https://lifeblogid.com/?post_type=feedback&p=199979"}}_ap_ufee

Bagaimana Cara Bedong Bayi Yang Tepat Agar Tidak Bersiko?

Jual ASI Booster Tea - Minuman Alami Pelancar ASI

Banyak wanita di Indonesia yang masih meyakini akan tradisi bedong bayi yang digulung menggunakan jarit, tradisi ini memang sudah ada sejak nenek moyang dulu dimana bayi yang masih berumur muda harus dibedong agar kakinya bisa lurus. Akan tetapi membedong bayi tidaklah semudah yang anda bayangkan, harus menggunakan teknik, jika tidak ini bisa membahayakan kesehatan si buah hati. Di Indonesia sendiri ada beberapa masyarakat yang tidak mempercayai akan hal ini, beberapa masyarakat kota tidak menerapkan bedong bayi pada bayi yang baru lahir atau yang masih berumur beberapa minggu.

Akan tetapi berbeda dengan masyarakat desa, terutama di daerah jawa, dimana masih sangat mempercayai mitos akan bedong bayi tersebut. Dokter sendiri juga tidak menyarankan untuk harus dibedong ketika bayi yang sudah lahir, ini hanya soal selera masyarakat dan orang tua saja. Karena ada beberapa orang tua yang mengkhawatirkan jika bayinya terluka kulitnya karena tersentuh oleh benda tajam disebelahnya, oleh sebab itu mereka memilih untuk membedongnya, bukan karena meyakini akan mitos tersebut. Ada juga orang tua yang membedong bayinya karena kulit bayi masih sangat sensitif sehingga perlu di rawat dan dijaga sejak dini. Bedong bayi sendiri untuk kalangan masyarakat jawa atau pedesaan, kebanyakan mereka meyakini mitos nenek moyang tersebut, agar si bayi nantinya memiliki kaki yang indah dan lurus.

Bagaimana Cara Bedong Bayi Yang Tepat Agar Tidak Bersiko

Membedong bayi pun juga ada tekniknya karena jika tidak sesuai dengan tata cara yang benar, tentu ini akan membahayakan kondisi kesehatan si kecil. Sebenarnya membedong bayi memang ada manfaatnya untuk bayi itu sendiri, agar kulit bayi terlindungi serta menghindari dari gigitan nyamuk, jika si ibu lupa untuk menutup selambu. Nah, untuk tata cara membedong bayi yang benar, anda bisa ikuti tips di bawah ini:

  1. Bedong bayi tepat setelah kebutuhan terpenuhi.

Maksudnya adalah, jika bayi anda belum terpenuhi kebutuhannya seperti ASI, dan belum digantikan popoknya, maka jangan pernah untuk mencoba untuk dibedong. Bedong bayi dilakukan ketika bayi sudah tercukupi makanannya dan sudah dimandikan. Akan tetapi jika bayi masih saja menangis, itu artinya si kecil jangan dibedong dulu karena jika dipaksakan bisa membuatnya tidak nyaman.

  1. Bedong bayi sewajarnya saja

Membedong bayi cukup sewajarnya saja, tidak harus setiap hari dibedong, setiap habis mandi dibedong. Karena bayi yang baru lahir jika terlalu sering dibedong, ini akan membuat ruang gerak si kecil menjadi kurang, akibatnya si bayi menjadi tidak efektif dalam mengkonsumsi minum susunya, bahkan ada penelitian yang menngungkapkan bahwa bayi yang dibedong cenderung memiliki berat badan yang lebih besar dari pada bayi yang tidak dibedong.

  1. Bayi yang dibedong setelah minum susu

Bayi yang dibedong setelah minum susu biasanya akan lebih merasakan kenyamanan dan lebih cepat tidurnya setelah kebutuhan ASI nya terpenuhi. Karena bayi yang baru lahir harus mengasup minimal 8 asupan susu dalam waktu 24 jam agar tidak terjadi dehidrasi. Jika bayi yang sudah mengkonsumsi ASI secara cukup, biasanya dia tidak akan merasa rewel atau nangis.

  1. Membedong menggunakan kain yang nyaman dan lembut.

Ketika anda ingin membedong bayi, pastikan untuk menggunakan kain yang nyaman dan bersih serta lembut ditangan. Biasanya orang jaman dahulu lebih suka membedong bayi menggunakan kain jarik, atau bisa juga menggunakan selimut tipis yang lembut. Usahakan jika anda membedong bayi jangan diikat secara ketat karena ini bisa membahayakan kondisi tubuh si bayi. Berikan sedikit space dalam bedongan si bayi agar dia bisa sedikit bergerak dan bisa menfungsikan ototnya dengan baik.

  1. Pastikan pinggul dan kaki bayi sejajar.

Ketika anda akan membedong si bayi, pastikan agar pinggul dan kakinya harus sejajar, karena jika terdapat kesalahan dalam membedong si kecil ini bisa menyebabkan terjadinya dysplasia pada pinggul yang dapat mengakibatkan degenerasi sendi, atau radang sendi pinggul, ini sangat berbahaya jika tidak diantisipasi.

Bayi hanya boleh dibedong tidak lebih dari usia 3-5 bulan. Karena bayi yang sudah menginjak usia 2 bulan biasanya dia sudah bisa aktif, dan mulai untuk mengenal lingkungannya dengan gerakan-gerakan kecilnya, dari tangan dan kakinya. Oleh sebab itu bagi orang tua harus memahami akan pertumbuhan si kecil. Membedong bayi pada usia 2-3 bulan hanya boleh pada waktu mau tidur saja, ini bisa dilakukan untuk menghindari gigitan serangga atau cakaran dari kuku si bayi itu sendiri. Akan tetapi jika sudah saatnya bangun sebaiknya anda lepaskan bedongannya dan biarkan bayi bergerak bebas sesuai keinginannya.

Mempunyai buah hati memang sangat menyenangkan, apalagi jika ini menjadi pertama kalinya memiliki bayi, mungkin akan menjadi pengalaman mengesankan. Akan tetapi, jika si ibu tidak memahami teknik dalam merawat bayi yang benar, tentu akan merugikan si kecil dan bisa membahayakan kondisi tubuh buah hati. Termasuk dalam membedong bayi, memang bedong bayi itu tidak juga dilarang oleh dokter asalkan tau tata caranya yang benar jangan hanya asal membedong, karena ini bisa berpengaruh dikemudian hari jika terjadi kesalahan bedong. Menggunakan cara dan teknik yang tepat harus dilakukan untuk membuat bayi nyaman dan tidak rewel. Mungkin ada juga orang tua yang ingin membedong bayinya jika akan dittinggal nyuci baju, atau ke dapur, hal ini dilakukan agar orang tua tidak khawatir jika terjadi apa-apa dengan si kecil sehingga cara yang tepat adalah membedongnya. Tapi perlu anda tahu, membedong bayi juga ada batasanya, tidak boleh dalam waktu sehari, bisa sampai lebih dari 6 jam bayi posisi dibedong, karena ini sangat berbahaya, apalagi jika dibedong dengan ikatanya yang kuat.

Sebenarnya mitos tentang kaki yang indah dan lurus akibat dibedong memang belum ada penelitian yang membuktikannya. Karena itu tidak semua yang manusia persepsikan pasti benar, yang benar adalah yang sesuai dengan aturan dari dokter dan rasional. Jika anda takut untuk membedong si bayi, anda tidak perlu membedongnya, cukup konsultasikan rutin pada dokter anak untuk mengetahui bagaiamana merawat bayi yang tepat tanpa harus memakai bedong. Akan tetapi jika anda bersikeras ingin membedongnya karena nenek anda mewajibkan itu, maka anda diperbolehkan untuk menggunakan bedong, asalkan harus tahu betul tata cara bedong yang baik dan benar. Jangan pernah coba-coba untuk mengikat kencang tubuh si bayi dengan bedong karena ini akan membahayakan kondisi kesehatannya di waktu mendatang. Gunakan cara yang sudah diterapkan kebanyakan orang dengan teknik yang sudah disarankan oleh dokter, karena semua teknik dari dokter pasti menyelamatan si bayi. Bedong bayi bisa menggunakan kain apa saja yang penting lembut dan bersih, menjaga kebersihan pada si kecil sangatlah penting. Anda jangan pernah membedong bayi jika masih ada keraguan.



Tulis Komentar