_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"lifeblogid.com","urls":{"Home":"https://lifeblogid.com","Category":"https://lifeblogid.com/category/pengetahuan/agama/","Archive":"https://lifeblogid.com/2017/06/","Post":"https://lifeblogid.com/2017/06/05/bayi-jarang-bab-dan-sering-kentut-bahaya-tidak/","Page":"https://lifeblogid.com/kuppee-japanese-quality-international-specifications/","Attachment":"https://lifeblogid.com/2017/06/05/bayi-jarang-bab-dan-sering-kentut-bahaya-tidak/bayi-jarang-bab-sering-kentut/","Nav_menu_item":"https://lifeblogid.com/2016/04/25/199450/","Mts_ad":"https://lifeblogid.com/?mts_ad=199934","Feedback":"https://lifeblogid.com/?post_type=feedback&p=199979"}}_ap_ufee

Tips agar Ibu Hamil Tetap Aktif Bekerja

Jual ASI Booster Tea - Minuman Alami Pelancar ASI



Bagi seorang wanita karir, bekerja adalah separuh dari hidupnya. Akan sangat sulit baginya jika diminta untuk memilih antara menjaga kehamilannya atau pekerjaannya. Namun, kedua hal tersebut memang tidak seharusnya dijadikan sebagai pilihan. Anda tidak perlu resah atau takut lagi jika saat ini masih bekerja dan sedang hamil muda atau berencana segera hamil. Tidak usah memilih karena anda bisa tetap aktif bekerja meskipun sedang berbadan dua. Jika ada yang mengatakan bahwa hal itu akan berbahaya untuk ibu maupun janin, anda tidak perlu langsung percaya. Beberapa tips yang akan disebutkan kali ini akan membantu anda menjalani masa kehamilan sambil bekerja dan dijamin aman.

Tips agar Ibu Hamil Tetap Aktif Bekerja

  1. Hindari bekerja lembur

Meskipun diijinkan untuk bekerja, tetapi sebagai wanita hamil anda harus sadar bahwa kondisi yang sekarang berbeda dengan biasanya saat tidak berbadan dua. Anda tidak bisa memaksakan diri untuk bekerja sekeras biasanya. Jangan sekali-kali mengambil jam lembur baik selama masa kehamilan saat usia kandungan masih muda ataupun sudah tua.

Bekerja yang lebih dari yang seharusnya akan membahayakan kondisi janin. Ibu yang lelah akan membuat bayi juga ikut merasa lelah dan lemah. Orang yang tidak hamil saja akan merasa lemas jika bekerja lebih dari jam yang seharusnya, apalagi saat anda sedang memiliki janin di dalam perut.

  1. Jangan terlau stress

Bukan hanya masalah jam kerja yang lebih terbatas dari biasanya, selama masih hamil usahakan untuk menjaga tingkat stress anda. Jangan sampai berlebihan. Saat anda sendiri dan stress, tidak akan ada yang ikut merasakann apa yang sedang alami. Sedangkan saat dalam kondisi hamil, berarti ada dua pihak yang ikut menanggung stress itu yaitu anda sendiri dan janin dalam kandungan. Dampaknya pun sangat siginifikan. Saat stress seseorang akan cenderung kehilangan nafsu makan. Ini berarti tidak ada asupan nutrisi yang cukup yang masuk ke tubuh melalui makanan. Ingat, di dalam kandungan anda ada calon bayi yang menggantungkan kehidupannya pada anda. Tanpa nutrisi yang cukup, janin tidak bisa berkembang dan sehat di dalam rahim.

  1. Atur ruang kerja

Sebenarnya tidak semua tempat kerja atau profesi cocok untuk wanita yang tengah hamil ada beberapa kriteria tempat kerja yang bisa disebut layak untuk ibu hamil tempat kerja yang tidak memiliki polusi. Jika anda bekerja di perusahaan yang mengharuskan anda untuk melakukan kontak langsung dengan merkuri, timbal, atau radiasi, lebih baik jangan bekerja selama hamil. Lingkungan dengn zat tersebut akan menimbulkan resiko bayi lahir cacat atau bahkan keguguran. Usahkan untuk memiliki ruangan yang terjamin kebersihan dan tingkat keamanannya. Selain itu, aturlah ruangan kerja dengan nyaman dan membuat anda mudah bergerak. Jika perlu berikan pengharum ruangan yang segar untuk mengurangi aroma menyengat. Pilih kursi yang nyaman dan tidak membuat anda cepat pegal.

  1. Kurangi naik turun tangga manual

Apakah anda bekerja di kantor yang masih menggunakan tangga manual? Hindari untuk naik turun tangga ini secara berlebihan atau terlalu sering. Bahkan kalau bisa, pindahlah ruangan agar tidak perlu naik turun tangga manual. Energi serta gerakan yang terjadi selama naik dan turun tangga nyatanya mampu menjadi faktor terjadinya kontraksi pada perut. Selain itu, detak jantung juga akan meningkat secara berlebihan yang akan membahayakan kandungan anda. Tekanan yang berat juga terjadi pada placenta yang melindungi bayi.

  1. Hindari sepatu hak tinggi

Bukan hanya tangga manual, sepatu hak tinggi yang biasanya sangat dekat dengan para wanita kini harus disimpan rapat dulu di rak sepatu. Penggunaan sepatu bertumit tinggi dikhawatirkan akan membuat ibu hamil lebih mudah jatuh dan membahayakan janin dalam rahimnya. Ibu hamil akan sulit mendapatkan keseimbangan saat berjalan atau berdiri dengan sepatu hak tinggi saat kondisi perutnya membesar. Mungkin saat hamil muda, anda masih bisa memakai sepatu dengan hak yang tidak terlalu tinggi setengah hingga satu cm. akan tetapi saat perut mulai terlihat membuncit, anda harus siap membuat sepatu hak tinggi anda istirahat selama beberapa bulan ke depan. Selain itu, sepatu hak tinggi akan membuat otot pinggang dan punggung bekerja lebih berat dari biasanya. tentu beban itu yang akan menimbulkan nyeri dan pegal pada ibu hamil.

  1. Istirahat yang cukup

Saat hamil, waktu istirahat yang diperlukan tentu berbeda dengan saat sedang sendiri. Jika biasanya anda hanya istirahat pada saat jam makan siang atau jam istirahat kantor, saat hamil lakukan hal yang berbeda. Anda harus istirahat saat merasa sudah lelah. Misalnya 1 atau 2 jam sekali. Walau hanya dengan duduk dan meluruskan kaki. Hal ini diperlukan agar tubuh lebih relaks. Jika pekerjaan anda tidak bisa memberi kesempatan untuk istirahat walau hanya 5 menit,seperti spg, lebih baik anda tidak bekerja terlebih dahulu. Jika dipaksakan anda bisa mengalami hal yang tidak dinginkan karena terlalu lama berdiri.

  1. Makan dengan benar

Selain aktifitas fisik yang harus diperhatikan selama masa kehamilan, aktifitas organ dalam tubuh dan perkembangan janin harus tetap dijaga. Caranya tentu dengan mengatur pola makan agar selalu sehat. Sesibuk-sibuknya anda bekerja, saat jam makan selalu gunakan untuk makan dan istirahat. Jangan lupa makanan yang anda santap haruslah makanan bergizi (4 sehat 5 sempurna). Jika merasa lapar sebelum jam makan, anda bisa memilih untuk ngemil makanan sehat. Jika biasanya anda suka berbagi dengan makanan apa saja dengan rekan kantor, saat hamil perhatikan dulu apakah makanan itu sehat untuk anda dan janin. Sebanrnya buah-buahan adalah cemilan yang paling enak dan dianjurkan untuk ibu hamil yang bekerja. Kandungan vitamin serta mineral lainnya dapat mendukung aktifitas ibu hamil yang sedang bekerja.

  1. Minum air putih dan jus

Biasanya saat di kantor, kopi ataupun teh adalah minuman yang selalu ada. Selama kehamilan ada baiknya anda mengurangi konsumsi keduanya karena teh maupun kopi mengandung kafein yang kurang baik untuk janin anda. Lebih baik minum air putih saja atau jus buah. Air putih yang harus dikonsumsi minimal 8 gelas. Jadi, lebih baik setiap beberapa jam sekali anda minum air putih untuk mencegah dehidrasi selama bekerja. Sedangkan jus bisa dijadikan tambahan vitamin dan melegakan dahaga. Jus buah juga bisa berfungsi sebagai penghilang mual dan pusing saat bekerja.

Sekian info seputar tips agar ibu hamil tetap aktif bekerja. Pertimbangkan dahulu apakah pekerjaan anda akan menuntut anda melakukan kerja fisik secara berat dan menimbulkan stress. Jika tidak,anda bisa tetap bekerja meskipun sedang bebadan dua. Untuk mengetahui jawaban yang pasti mengenai izin bekerja, anda bisa berkonsultasi dahulu kepada dokter.Biasanya larangan akan diberikan jika kondisi fisik ibu hamil dan janin lemah atau sedang mengalami gangguan.



Tulis Komentar