_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"lifeblogid.com","urls":{"Home":"https://lifeblogid.com","Category":"https://lifeblogid.com/category/pengetahuan/agama/","Archive":"https://lifeblogid.com/2017/05/","Post":"https://lifeblogid.com/2017/05/20/ketahui-penyebab-bayi-muntah-setelah-minum-asi/","Page":"https://lifeblogid.com/kuppee-japanese-quality-international-specifications/","Attachment":"https://lifeblogid.com/ibu-hamil/","Nav_menu_item":"https://lifeblogid.com/2016/04/25/199450/","Mts_ad":"https://lifeblogid.com/?mts_ad=199934","Feedback":"https://lifeblogid.com/?post_type=feedback&p=199979"}}_ap_ufee

Jenis Imunisasi Ibu Hamil yang Wajib Diketahui Calon Orang Tua

Jual ASI Booster Tea - Minuman Alami Pelancar ASI

Ibu hamil adalah seseorang yang sangat butuh perhatian dan perlakukan istimewa. Aktifitas dan apa saja yang masuk ke tubuhnya harus dipastikan aman dan tidak mengganggu baik kesehatan ibu maupun janin yang ada di rahimnya. Saat ini ada berbagai jenis imunisasi yang ditawarkan untuk ibu hamil. Namun apakah imunisasi itu memang diperlukan? Jika iya, apakah semua jenis imunisasi ibu hamil harus diberikan? Untuk menjawab itu, silahkan simak uraian seputar imunisasi ibu hamil berikut ini.

Perlukah imunisasi untuk ibu hamil dan janin?

Ada banyak sekali treatment yang disarankan untuk ibu hamil. Nah, salah satu yang tengah marak saat ini adalah imunisasi untuk ibu hamil. Bagi yang baru saja mendengarnya mungkin akan merasa sedikit kaget. Biasanya imunisasi diperuntukkan bagi bayi yang sudah lahir saja. Ibu hanya perlu asupan nutrisi yang baik saja agar tetap sehat selama masa kehamilan. Seiring dengan penemuan baru yang terus ada di dunia medis dan adanya berbagai macam masalah pada ibu hamil yang pada akhirnya menimbulkan bahaya, ada imunisasi yang ditawarkan. Jika ditanya apakah penting untuk melakukan imunisasi. Tentu jawabannya iya karena ada berbagai penyakit serta gangguan pada ibu maupun calon bayi yang bisa dicegah sejak awal dengan melakukan imunisasi. Janin sudah mendapatkan anti virus sejak dalam kandungan. Hanya saja ada beberapa imunisasi saja yang disarankan untuk ibu hamil. Beberapa jenis lainnya tidak baik untuk kesehatan ibu hamil dan bayi. Jika ingin melakukan imunisasi pada ibu hamil pastikan, imunisasinya dibutuhkan dan masuk dalam daftar yang dianjurkan dokter.

Jenis Imunisasi untuk Ibu Hamil yang Wajib Diketahui Calon Orang Tua

Apa saja imunisasi ibu hamil yang disarankan oleh dokter?

Tidak semua jenis imunisasi baik untuk ibu hamil. Hanya ada beberapa saja yang dapat memberikan efek baik untuk ibu hamil dan janin. Tidak semua jenis yang disarankan juga harus dilakukan. Anda bisa memilih jenisnya berdasarkan kebutuhan saja. Agar anda tidak salah pilih dalam memilih imunisasi, berikut ini adalah daftar jenis imunisasi yang disarankan:

  1. Influenza

Jika dilihat dari nama imunisasi ini mungkin anda sudah bisa menebak apa manfaat imunisasi yang bernama influenza ini. Ya, imunisasi ini berkaitan dengan penyakit flu. Tahukah anda bahwa flu bukanlah suatu peyakit yang bisa diremehkan terutama saat hamil. Ada berbagai jenis flu yang bisa mematikan apalagi saat hamil. Oleh karena influenza sampai saat ini termasuk dalam kategori yang banyak dipilih oleh ibu hamil baik di Negara yang maju maupun berkembang. Berbagai penelitian terhadap para ibu yang melakukan imunisasi ini menunjukkan bahwa ibu hamil dan anaknya akan lebih kebal terhadap serangan flu daripada mereka yang selama masa kehamilan tidak melakukan imunisasi influenza. Hal lain yang perlu anda tahu, saat melakukan imunisasi ini akan ada reaksi yang diberikan tubuh yakni demam, dan bengkak di area yang mendapat suntikan imunisasi influenza. Jadi, jadi takut jika anda mengalami gangguan kesehatan setelah imunisasi ini. perhatikan pula bahwa waktu yang baik untuk melakukan imunisasi ini adalah pada trisemester kedua kehamilan.

  1. Tetanus Toksoid

Bukan hanya Flu, gangguan kesehatan lain yang berbahaya dan banyak dialami di negara yang masih berkembang seperti Indonesia adalah tetanus. Tingginya angka penderita tetanus diakibatkan oleh banyaknya ibu yang melahirkan secara tidak higienis. Proses persalinan yang semacam inilah yang banyak berpengaruh terhadap banyaknya ibu yang menderita infeksi hingga berakhir pada vonis tetanus. Bukan hanya ibu, bayi yang dilahirkan juga akan tertular infeksi ini. bakteri menempel pada dua orang yang terlibat dalam proses persalinan. Padahal anda tahu tetanus adalah salah satu penyakit mematikan. Ada baiknya untuk mencegah terjadinya hal buruk itu, ibu memilih imunisasi TT. Selama masa kehamilan ibu membutuhkan dua kali imunisasi TT. Jarak dari imunisasi pertama dan imunisasi yang ke dua adalah 1 atau 2 bulan. Beberapa ibu akan mengalami demam atau bengkak pada bagian suntikan. Jika anda mengalaminya jangan kaget.

  1. Hepatitis B

Di Indonesia, bukan hanya tetanus penyakit yang paling banyak mengancam ibu hamil dan bayi yang dilahirkannya. Hepatitis B adalah penyakit lain yang tidak kalah mematikan dan jumlah penderitanya banyak. Imunisasi ini adalah wajib hukumnya bagi mereka yang hidup di lingkungan atau bekerja di area yang memiliki kemungkinan besar adanya virus Hepatitis B seperti perawat. Pekerjaan ini bisa berisiko membawa virus Hepatitis B karena ada kemungkinan perawat terkena jarum suntik yang memiliki virus Hepatitis B. Namun, jika anda tetap ingin bebas dari kemungkinan Hepatitis B, tidak ada salahnya jika memilih imunisasi ini juga.

  1. Hepatitis A

Selain Hepatitis B, jenis Hepatitis A juga sering menjadi momok bagi ibu hamil di Indonesia. Oleh karena itu saat ini disediakan iminusasi Hepatitis A. Hanya saja belum ada yang membuktikan apakah ada bahaya yang timbul jika ibu melakukan imunisasi hepatitis A. Dokter hanya mengatakan bahwa imunisasi ini berasal dari virus mati sehingga secera teori tidak akan ada bahaya yang muncul. Anda tidak diwajibkan untuk melakukan imunisasi ini . Hanya saja jika anda dan bayi akan banyak berinteraksi di daerah yang sudah memiliki virus hepatitis A, lebih baik suntikan imunisasi ini dipilih.

  1. Meningococcal

Semakin hari, penyakit radang selaput otak semakin meningkat jumlah penderitanya. Jika anda ingin menghindari penyakit ini agar tidak terjadi pada buah hati kelak, lakukan imunisasi Meningoccal. Imunisasi jenis ini juga wajib diberikan pada ibu yang memang sudah menderita penyakit ini untuk mencegah penjalaran virusnya pada janin saat masih dalam rahim ibunya. Waktu terbaik untuk melakukan imunisasi ini adalah saat trisemester yang pertama.

Jenis imunisasi apa yang tidak direkomendasikan untuk ibu hamil?

Sudah ditegaskan sejak awal bahwa dari semua jenis imunisasi yang ada, hanya beberapa saja yang dianjurkan. Anda harus tahu bahwa jenis imunisasi yang menggunakan virus hidup tidak direkomendasikan karena akan menimbulkan efek negatif pada janin dan ibu. Misalnya saja imunisasi cacar air dan MMR. Jika memaksakan diri untuk melakukan imunisasi itu, janin akan mendapatkan bahaya virus yang bahkan sampai menyebabkan keguguran. Jika seorang wanita sudah terlanjur mendapatkan imunisasi dari virus aktif tersebut, harus ada beberapa bulan sebagai jarak menuju kehamilan. Jadi, imunisasi dengan virus matilah yang paling direkomendasikan untuk ibu hamil.

Sekian informasi seputar imunisasi ibu hamil. Ternyata ada manfaat luar biasa dari setiap imunisasi yakni pencegahan berbagai macam penyakit mematikan sejak janin dalam kandungan seperti meningitis, tetanus, flu, dan masih banyak lagi. Perhatikan waktu serta jumlah yang tepat dalam melakukan imunisasi. Perlu diingat juga bahwa semua jenis imunisasi yang dibutuhkan harus sudah lengkap sebelum 9 bulan kehamilan.



Tulis Komentar