_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"lifeblogid.com","urls":{"Home":"https://lifeblogid.com","Category":"https://lifeblogid.com/category/pengetahuan/agama/","Archive":"https://lifeblogid.com/2017/06/","Post":"https://lifeblogid.com/2017/06/05/bayi-jarang-bab-dan-sering-kentut-bahaya-tidak/","Page":"https://lifeblogid.com/kuppee-japanese-quality-international-specifications/","Attachment":"https://lifeblogid.com/2017/06/05/bayi-jarang-bab-dan-sering-kentut-bahaya-tidak/bayi-jarang-bab-sering-kentut/","Nav_menu_item":"https://lifeblogid.com/2016/04/25/199450/","Mts_ad":"https://lifeblogid.com/?mts_ad=199934","Feedback":"https://lifeblogid.com/?post_type=feedback&p=199979"}}_ap_ufee

Probiotik Lacto B Untuk Bayi dapat Mencegah Diare

Jual ASI Booster Tea - Minuman Alami Pelancar ASI



Banyak ibu-ibu yang mencemaskan si buah hati karena sering terkena diare walaupun tergolong diare ringan, tapi bukan berarti bisa dianggap remeh. Bayi yang masih menginjak usia 10-15 bulan biasanya sudah mulai aktif dengan mencoba mengenali lingkungan sekitar. Secara tidak sadar bayi yang sudah menginjak usia tersebut mempunyai kebiasaan yaitu memasukkan tangan ke dalam mulut. Hal ini yang membuat para ibu khawatir akan kesehatan sang bayi. Karena ibu tidak bisa menjaga bayi 24 jam sehingga apa yang dia pegang tidak ketahui, akibatnya bayi terkena diare karena tangan yang dimasukkan ke dalam mulutnya mengandung kuman atau bakteri.

Biasanya gejala diare pada bayi yang biasa kita kenal yaitu dari cara buang air besar si bayi yang berbeda, biasanya terlihat encer atau cair seperti orang yang sedang terkena mencret. Hal tersebut sangat perlu diantisipasi oleh ibu agar lebih waspada dalam menjaga si buah hati, karena bisa jadi itu merupakan diare yang disebabkan oleh tangan yang sering dimasukkan ke dalam mulutnya. Padahal bisa saja si bayi setelah memegang benda yang terdapat banyak kuman dan bakteri dan langsung dimasukkan ke dalam mulutnya. Ibu perlu mewaspadai hal tersebut agar bayi tidak diletakkan di tempat sembarangan dan dihindarkan dari barang-barang yang terlihat kotor atau tidak higienis.

Bayi saat terkena diare biasanya diawali dengan gejala seperti muntah dan buang air besar yang berupa cair, sehingga jika sudah mengalami seperti ini, banyak ibu yang mengantisipasinya dengan memberikan konsumsi probiotik yaitu Lacto-B. Nah, apakah ibu sudah tahu kegunaan Lacto B tersebut? Jika ini kali pertamanya anda membeli Lacto hanya karena disarankan oleh beberapa rekan, maka jangan terburu-buru dulu, sebaiknya anda harus mengenali jenis probiotik ini untuk diberikan kepada si buah hati. Apakah Lacto-B efektif untuk menyembuhkan penyakit diare pada bayi? Apakah berbahaya jika dikonsumsi tanpa harus konsultasi dengan dokter?

Lacto B sebetulnya bukan merupakan obat diare melainkan suplemen makanan sebagai pelengkap yang berupa probiotik. Dan fungsi dari suplemen ini adalah untuk membantu menstabilkan serta menjaga pencernaan pada bayi. Lacto B ini berupa makanan pelengkap yang bukan sereal yang mana diproduksi menggunakan ramuan khusus yang bisa dikonsumsi oleh bayi yang berusia 1 tahunan. Nah, pertanyaanya apakah Lacto B ini bisa membantu menuntaskan diare pada bayi? Memang banyak ibu-ibu yang menyarankan untuk mengkonsumsi Lacto B jika si bayi mengalami diare. Lacto B sendiri mengandung beberapa komposisi antara lain energy 3, 4 kalori, karbohidarat 0.6 gram, protein 0.02 gram, lemak total 0.1 gram, vitamin C 10 mg, Vitamin B1, B2, B6 0,5 mg, dan Niacin 2mg.

Selain itu juga mengandun lactic acid bacteria dimana bakteri ini dapat menghasilkan asam organis yang mampu mencegah bakteri yang merugikan, oleh sebab itu dapat membantu menjaga ketiakseimbangn flora usus yang terjadi pada diare. LAB ini biasa digunakan sebagai probiotik. Lacto B juga dapat mengurangi lactose intolerance, dimana disebut sebagai diare yang diakibatkan oleh konsumsi susu formula yang tidak cocok oleh bayi dan yang mengandung laktosa. Ada beberapa kasus dimana bayi tdak mampu mencerna laktosa dengan baik, sehingga hal yang biasa dialami oleh bayi yaitu alergi yang mengakibatkan diare.

Jika ibu mendapatkan si bayi mengalami alergi akibat susu formula, segeralah untuk dikonsultasikan kepada dokter anak agar segera ditangani, karena bisa saja si bayi tidak cocok dengan susu formula sapi dan membuatnya terkena diare. Selain itu, biasanya dokter menyarankan ibu untuk menggantikan konsumsi susu formula yang biasanya dengan susu soya, karena susu soya juga baik dikonsumsi oleh bayi akibat alergi. Susu jenis ini juga mengandung isolate kedelai yang memproduksi protein tinggi yang sama kadarnya dengan susu formula sapi. Sehingga aman untuk dikonsumsi sebagai peganti susu formula atau ASI yang tidak bisa keluar secara optimal.

Jika si bayi sudah terlanjur terkena diare akibat alergi susu formula, atau bahkan disebabkan karena kuman yang dimasukkan melalui mulut si bayi, segeralah untuk mengambil antisipasi dengan memberinya suplemen Lacto B. Karena kandungan lacto B tersebut ternyata mampu mencegah diare pada si bayi dan menjaga ketahanan tubuh sang bayi agar selalu fit dan sehat. Lacto B tidak berbahaya karena kadar kandungannya tidak berdosis tinggi sehingga dijamin aman dan tidak menyebabkan efek samping yang berbahaya. Jika ibu ingin mendapatkan penanganan cepat jika si buah hati mengalami diare, anda bisa membeli Lacto B di beberapa apotek untuk dikonsumsi oleh bayi agar dapat terkurangi diarenya.

Kemasan lacto B biasanya berupa kotak yang berisikan kemasan kecil yang berbentuk sachet. Untuk keamanan dalam konsumsi Lacto B sebaiknya anda mengunjungi dokter anak karena probiotik ini tergolong kategori yang harus dengan resep dokter. Anda bisa menghubungi dokter spesialis anak yang bisa dipercaya untuk menangani buah hati anda. Sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter karena kaitannya dengan dosis yang terkandung didalam Lacto B, agar bisa dikonsumsi oleh bayi sesuai dengan takaran dan kebutuhannya. Biasanya untuk bayi usia di bawah 1 tahun hanya bisa mengkonsumsi 2 sachet perhari, sedangkan untuk usia 1 hinggga 6 tahun boleh mengkonsumsi maksimal 3 sachet per hari. Untuk mengkonsumsinya, dapat dengan cara langsung diminum atau bisa juga dicampur dengan susu dan makanan bayi lainnya.

Probiotik Lacto B Untuk Bayi dapat Mencegah Diare

Nah, untuk para ibu yang mengkhawatirkan sang buah hatinya yang terkena diare, jangan khawatir karena anda bisa memberikannya dengan Lacto B. Alangkah baiknya dan sangat disarankan agar dikonsutasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis anak untuk mengetahui takaran yang tepat pada si buah hati. Lacto B bukan merupakan obat yang mengandung dosis tinggi, karena ini merupakan suplemen makanan yang bukan berupa sereal yang mampu mengurangi diare akibat kuman atau bakteri pada sang bayi. Penggunaan Lacto B juga sesuai dengan kebutuhan usia si bayi, karena jika dikonsumsi tanpa takaran bisa jadi malah membahayakan sang bayi.

Oleh sebab itu, agar dijamin aman dan bayi juga tenang, segeralah untuk berkonsultasi dengan dokter anak dan memintanya untuk diberikan masukan penggunaan Lacto B yang tepat untuk buah hati anda. Karena setiap bayi memiliki daya tahan dan kebutuhan yang berbeda-beda. Tidak semua bayi mengalami kebutuhan yang sama, sehingga biasanya yang paling tahu akan kebutuhan bayi adalah dokter. Jika anda memberikan Lacto B pada buah hati tanpa rekomendasi dari dokter, dikhawatirkan anda tidak memahami takaran yang tepat untuk si buah hati, dan belum tentu bayi cocok dengan mengonsumsi suplemen ini walaupun dari segi dosis atau kadarnya memang tidak terlalu tinggi.



Tulis Komentar