_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"lifeblogid.com","urls":{"Home":"https://lifeblogid.com","Category":"https://lifeblogid.com/category/pengetahuan/agama/","Archive":"https://lifeblogid.com/2017/08/","Post":"https://lifeblogid.com/2017/08/26/resep-mp-asi-ubi-untuk-bayi-usia-6-bulan/","Page":"https://lifeblogid.com/kuppee-japanese-quality-international-specifications/","Attachment":"https://lifeblogid.com/2017/08/26/tempat-wisata-kuliner-jakarta-populer/restoran-jemahdi-seafood/","Nav_menu_item":"https://lifeblogid.com/2017/08/15/200581/","Mts_ad":"https://lifeblogid.com/?mts_ad=199934","Wp_quiz":"https://lifeblogid.com/wp_quiz/can-you-name-the-leo-dicaprio-movie-by-an-image/","Feedback":"https://lifeblogid.com/?post_type=feedback&p=201108"}}_ap_ufee

Memberi Susu Formula dan ASI secara bersamaan untuk bayi yang baru lahir amankah?



Ucapan syukur adalah hal yang pertama kali diucapkan oleh ibu yang baru melahirkan seorang bayi mungil. Tidak jarang ibu yang baru pertama kali melahirkan dan mempunyai anak akan merasa kebingungan apa yang harus dilakukan. Untuk bunda yang baru memiliki bayi mungil tidak perlu cemas dan khawatir. Karena hal yang pertama bunda lakukan pada si buah hati adalah memberikan ASI segera ketika bayi baru lahir. Akan tetapi yang perlu bunda tahu adalah, produksi ASI yang pertama memang biasanya cenderung masih sedikit, sesuai dengan keadaan bayi, karena bayi biasanya masih terdapat cairan yang ada dalam tubuhnya. Sehingga dalam waktu dua tiga hari pertama pada kelahiran, bayi tidak terlalu banyak membutuhkan ASI.

Banyak sekali pertanyaan terkait pemberian ASI dan susu formula secara bersamaan pada si buah hati yang baru lahir, boleh kah?. Hal ini wajar-wajar saja, karena memang banyak kalangan ibu yang belum bisa mengeluarkan ASI secara maksimal pada bayi yang cenderung masih membutuhkannya yaitu usia 0-9 bulan. Sehingga mereka mengambil jalan alternative yaitu memberikan ASI dan susu formula secara bersamaan atau berselingan. Menurut beberapa dokter yang ahli dalam bidangnya, tidak dilarang bagi ibu yang ingin memberikan si buah hati ASI dan juga susu formula, akan tetapi harus benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan sang bayi tersebut.

Memang yang lebih baik adalah memberikan bayi dengan makanan pokoknya atau ASI sebagai sumber alami. Akan tetapi jika kita melihat banyak kasus dimana beberapa wanita mengalami masalah pada ASI yaitu tidak bisa mengeluarkan ASI secara optimal sehingga solusinya yaitu memberikan susu formula yang diselingi dengan pemberian ASI walaupun hanya sedikit. Mungkin bagi banyak ibu kurang begitu percaya diri ketika harus memberikan keduanya pada waktu bersamaan, apalagi di usia bayi yang masih cenderung baru yaitu 0-1 bulan. Beberapa orang berpersepsi kalau memberikan susu formula pada bayi yang masih sangat muda tidak baik untuk pemenuhan gizinya.

Persepsi tersebut tidaklah benar, karena kenyataanya memberikan susu formula pada bayi walaupun masih di usia muda tidaklah berpengaruh pada kesehatan si bayi tersebut. Selama pemberian susu formula dan ASI diberikan secara maksimal maka pemenuhan gizi bayi sudah sangat cukup. Tidak perlu khawatir untuk masalah gizi dan nutrisi karena susu formula juga sudah dijamin dan terbukti aman untuk dikonsumsi oleh bayi. Hanya saja setiap bayi memiliki tingkat kebutuhan dan kekebalan tubuh yang berbeda-beda, jadi tidak semua bayi mampu menyerap susu formula secara sempuna. Disarankan untuk bunda agar selalu berkonsultasi dengan dokter untuk memantau pertumbuhan si bayi dan berbagai masalah yang dialaminya agar tidak berpengaruh terhadap kesehatanya secara fatal.

Ada juga beberapa ibu yang menghawatirkan masalah susu formula dengan ASI yang dicampur apakah baik untuk kecerdasan anak? Tentu ini juga pertanyaan yang sering dicemaskan oleh kebanyakan ibu yang tidak ingin perkembangan otak terhambat hanya karena pemberikan asupan makanan yang tidak tepat. Mungkin banyak yang mengkhawatirkan karena susu formula tidaklah alami dan terbuat dari bahan-bahan kimia sehingga tidak baik untuk daya kembang otak pada bayi. Sungguh ini persepsi yang tidak benar, karena susu formula yang sudah dikemas tentu sudah terbukti dan teruji keamananya. Banyak produk susu formula dari perusahaan-perusahaan luar yang diproduksi secara higinis dimana kandungan nutrisi dan gizinya disetarakan dengan ASI.

Sehingga bunda tidak perlu cemas, karena kecerdasaan pada anak tidaklah berpengaruh secara signifikan terhadap susu formula yang dikonsumsinya. Bayi yang cerdas biasanya disebabkan oleh faktor genetik dan faktor pendampingan orang tua yang maksimal, yaitu dengan memperhatikan kebutuhannya mulai dari lahir hingga usia lanjut sampai bayi mulai dikenalkan dengan makanan pendamping ASI (MPASI). Pemberian susu formula dan ASI secara rutin sesuai dengan takaran sangat disarankan agar gizi dan nutrisi sang bayi terpenuhi secara maksimal, dimana bisa bunda lihat dari proses pertumbuhan dan perkembangan sang bayi yang sempurna seperti berat badan yang ideal dan kemampuan motoriknya yang mulai terlihat dan lain sebagainya.

Melatih bayi cerdas tidaklah sulit dan tidak juga disebabkan oleh ASI atau sus formula. ASI atau susu formula memang menjadi makanan pokok untuk bayi, akan tetapi keduanya bukanlah faktor utama yang mampu mencerdaskan otak si bayi. Karena kecerdasaan tergantung dari orang tua yang melatihnya yaitu dengan mengenalkan sedikit-sedikit tentang lingkungan si bayi, dan memberikan asupan nutrisi dan MPASI secara sempurna, sehingga bayi tidak pernah terkurangi nutrisinya dan mengalami pertumbuhan yang baik dari masa ke masa, jika asupan gizi dan nutrisi sang bayi sempurna ditambah dengan ketelatenan orang tua yang merawatnya, bisa jadi bayi anda menjadi lebih baik tingkat pertumbuhan dan perkembanganya.

Sufor dan Asi secara bersamaan untuk bayi yang baru lahir

Nah, sekarang bunda tidak perlu cemas jika ingin memberikan si bayi yang baru lahir dengan susu formula diselingi ASI, karena keduanya tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan dan perkembangan atau kecerdasan sang bayi. Pemberian ASI dan susu formula pada bayi, baik dari mulai awal kelahiran hingga usia lanjut, memang tidak dilarang, akan tetapi alangkah baiknya untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anak, karena bisa jadi si bayi mengalami beberapa masalah terkait dengan asupan susu formula yang ternyata tidak cocok untuk kebutuhannya. Sehingga, dokter akan memberikan saran yang tepat agar bayi tetap terpenuhi kebutuhannya secara sempurna.

Setiap bayi memang berbeda-beda tingkat kekebalannya, karena ada beberapa bayi yang mengalami masalah ketika mengkonsumsi susu formula, yaitu mengalami alergi, bab yang tidak lancar atau diare. Maka, bunda sebaiknya untuk kritis dalam menangani masalah pada si buah hati, bisa saja si bayi tidak bisa menerima susu formula sapi karena tidak cocok. Sehingga, biasanya dialihkan untuk mengkonsumsi susu formula lain yaitu soya sebagai peganti susu sapi. Kedua susu formula tersebut memiliki nutrisi yang sama, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan untuk memberikan susu sapi atau soya yang diselingi dengan ASI. Selama pemberiannya sesuai dengan takaran, bayi tidak akan mengalami masalah yang fatal.

Semua pertanyaan bunda sudah terjawab, sekarang tidak ada yang perlu dicemaskan lagi untuk masalah pemberian susu formula dan ASI secara berselingan atau bersamaan, karena dokter juga tidak melarangnya, dan ada beberapa kasus yang perlu dikonsultasikan jika memang tidak cocok dengan susu formula. Selain itu, pemberian sufor dan ASI tidaklah berpengaruh terhadap daya kembang otak pada bayi, karena tidak hanya faktor ASI saja yang mempengaruhi kecerdasan si bayi, bisa juga akibat faktor genetik yang membuat bayi cerdas. Jika bunda ingin pertumbuhan dan perkembangan bayi berjalan secara sempurna, maka berikanlah asupan gizi yang tepat sesuai kebutuhan sang bayi, bunda bisa rutin untuk mengkonsultasikannya dengan dokter atau pakarnya.



Leave a Reply