_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"lifeblogid.com","urls":{"Home":"https://lifeblogid.com","Category":"https://lifeblogid.com/category/pengetahuan/agama/","Archive":"https://lifeblogid.com/2017/06/","Post":"https://lifeblogid.com/2017/06/05/bayi-jarang-bab-dan-sering-kentut-bahaya-tidak/","Page":"https://lifeblogid.com/kuppee-japanese-quality-international-specifications/","Attachment":"https://lifeblogid.com/2017/06/05/bayi-jarang-bab-dan-sering-kentut-bahaya-tidak/bayi-jarang-bab-sering-kentut/","Nav_menu_item":"https://lifeblogid.com/2016/04/25/199450/","Mts_ad":"https://lifeblogid.com/?mts_ad=199934","Feedback":"https://lifeblogid.com/?post_type=feedback&p=199979"}}_ap_ufee

Di Usia Berapa Ya Bayi Bisa Duduk Sendiri?

Jual ASI Booster Tea - Minuman Alami Pelancar ASI



Tentunya bagi Anda yang sudah mempunyai buah hati, harap-harap cemas sewaktu melihat perkembangan buah hati Anda. Sebagai orangtua, harap bersabar ya melihat bayi Anda tumbuh, tapi tetap awasi perkembangannya ya. Pokoknya, di saat usianya beranjak 2 bulan, gerakan refleksnya cenderung berkurang, namun kemampuan kognitif juga sosialnya berkembang pesat. Banyak yang bilang, selain merangkak, kemampuan bayi untuk duduk sendiri menjadi tonggak perkembangan yang penting. Tapi, bagaimana pun juga, tiap-tiap bayi itu tumbuh-kembangnya jelaslah berbeda. Ada yang cepat merangkak kemudian duduk, bahkan adapula yang langsung bisa duduk sendiri. Nah, karenanya jangan lantas disamakan. Kenali dulu, tanda-tanda kesiapannya untuk duduk.

Bayi yang sudah bisa menggerakkan dan mengangkat kepalanya biasanya terjadi pada usia 3 hingga 4 bulan. Tahukan Ibu, kalau itu adalah tanda-tanda kalau tulang belakang serta leher si bayi berkembang secara sempurna. Dari awalnya senang tengkurap, ia akan “rajin-rajin” mengangkat kepalanya saat mendengar suara yang familiar di telinganya. Sebagai informasi untuk Ibu:

Di Usia Berapa Ya Bayi Bisa Duduk Sendiri

  • Anda bisa menstimulasi gerakan leher si bayi dengan aktivitas “tummt-time” yaitu melakukan kegiatan-kegiatan yang bertumpu pada perut. Perhatikan bagaimana si bayi berusaha mengangkat kepala dari posisi tubuhnya yang telentang. Aktivitas tummy-time tak hanya berperan memperkuat otot kepala saja, tetapi juga memperkuat otot bahu dan punggung.
  • Anda bisa pula merangsang bayi Anda untuk mengangkat kepala dan dadanya, dengan mainan favoritnya. Angkat dan gerakkan mainan kesukaannya di ruang gerak matanya, lalu perhatikan bagaimana mata bayi mengikuti gerakan itu dan mencoba mengangkat kepala dan dadanya.

Beranjak ke usia 4 hingga 5 bulan, makin lama, bayi Anda tidak tahan hanya diam saja saat melihat atau mendengar sesuatu yang membuatnya tertarik. Dan, ketika ia sedang senang, si bayi akan cekikikan ceria juga berceloteh. Di usianya yang ke 4 bulan lebih, si bayi mengeluarkan suara dengan maksud yang lebih kentara. Si bayi akan berteriak puas ketika ia berhasil mencapai tujuannya. Semua itu adalah caranya mengungkapkan perasaannya atau caranya berkomunikasi dengan orang-orang sekitarnya. Masa-masa berceloteh ini sangat dinikmati oleh si bayi. Anda perhatikan saja saat ia melakukan rutinitasnya di pangkuan, gendongan atau di tempat tidurnya, Anda akan kerap mendengar celotehannya yang mengeluarkan suara seperti huruf vokal, “Aaaii…,” “Uuuh…,” “Aaahh…”

Memegang benda di kedua tangannya, juga merupakan rangkaian siap tidaknya ia belajar duduk sendiri. Hal ini terjadi ketika si bayi berusia 4-5 bulan, di mana kedua tangannya sudah makin terampil menggerakkan tangan dan menggenggam. Beri ia mainan berwarna cerah, ia akan mencoba meraih dan menggapai mainan itu. Nah, gerakan menggapai itu melatihnya untuk meraih lalu menggenggam, kemudian memindahkan mainannya dari satu tangan ke tangan yang lain.

Pada saat bayi Anda menggerak-gerakkan tangannya, menggenggam dan lainnya, itu berarti perkembangan motoriknya bagus. Perkembangan motorik tangan si bayi itu sangatlah penting, karena akan sangat berguna untuk menopang tubuhnya. Makin bertambahnya usia si bayi, keterampilan jari-jemarinya makin meningkat. Ia pun akan belajar menggunakan keterampilannya itu untuk tujuan yang berbeda. Dari titik inilah, si bayi akan belajar bagaimana ia bisa duduk sendiri.

Nah, kalau ditanya usia berapa bayi bisa duduk sendiri? Jawabannya sih, saat si bayi berusia 7 hingga 8 bulan. Di usianya yang ke 6 bulan, biasanya otot-otot punggung dan lehernya sudah cukup mampu menopang tubuhnya sendiri. Setelah si bayi belajar bagaimana ia mengangkat kepalanya saat tengkurap, ia pun akan belajar sendiri caranya menyangga tubuhnya dengan menggunakan kedua lengan mungilnya. Yah, kira-kira semacam mini push-up. Baru di usia 7 hingga 8 bulan, si bayi sudah bisa menguasai keahlian baru, yaitu duduk sendiri yang dimulai dari tengkurap dan bangun sendiri menggunakan tangannya.

Bayi yang belajar duduk sendiri tanpa bantuan si Ayah maupun Ibu, akan memberikan kebebasan si bayi mengeksplor dirinya sendiri. Bayi Anda akan belajar bagaimana kerja jeras untuk bisa mendudukkan diri sendiri tanpa bantuan siapa pun. Saat belajar duduk sendiri itulah, otot-otot di punggung dan leher berkembang, hingga nanti otot-ototnya mampu menahan. Jika Anda tidak sabar menanti keberhasilan bayi Anda duduk sendiri. Anda bisa saja memandunya. Tempatkan kakinya di posisi duduk yang benar dan nyaman. Jika duduknya belum juga stabil, tahan ia agar tidak goyah. Kalau si bayi sudah sempurna dalam duduknya, berikan ia mainan kesukaannya agar asik bermain tanpa ia sadari ia duduk sendiri.

Kalau ingin tahu lebih jelasnya tentang tahapan di usia berapa bayi bisa duduk sendiri, atau bagaimana bayi bisa belajar duduk sendiri? Ini dia tahapannya:

  • Di usia 3 hingga 4 bulan, otot kepala pada bayi akan berkembang kuat sangat pesat. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, awal mula si bayi belajar duduk sendiri di mulai dari ia belajar mengangkat kepalanya saat ia dalam posisi tengkurap. Dari situ, si bayi akan mencari cara bagaimana ia menopang tubuhnya dengan tangannya, meski dalam posisi dadanya menempel di lantai layaknya orang push-up.
  • Ketika usianya beranjak 6 bulan, ia sudah bisa duduk dengan baik dengan sedikit bantuan orang tuanya. Ingat ya, saat bayi Anda sedang masa-masanya belajar duduk sendiri, jangan lepaskan pandangan darinya. Pastikan Anda di samping si bayi untuk mengawasinya sekaligus memberikan dukungan dan bantuan, misalnya saja menaruh sebuah bantal di belakangnya untuk jaga-jaga kalau ia jatuh.
  • Bayi Anda sudah memasuki usia 7 bulan? Nah, di usia itu bayi sudah menguasai teknik duduk sendiri tanpa didukung. Posisi duduknya pun sudah lebih stabil dan dengan kondisi punggung yang lurus. Dengan begitu, si bayi akan lebih bebas meraih mainan-mainan yang berserakan di sekitarnya. Dan bayi Anda pun tanpa ia sadari ia terus belajar dan berkembang.

Saat Anda sudah tahu di usia berapa bayi bisa duduk sendiri, Anda pastinya ingin tahu apalagi yang akan dilakukan si bayi untuk mengejutkan Anda. Setelah memasuki fase “duduk sendiri” ia akan jauh lebih aktif. Lebih dari sekedar duduk, di usia yang sama yaitu 7 hingga 8 bulan, bayi akan mulai merangkak untuk mengeksplor lingkungan sekitarnya. Ia seakan mencari tahu apa yang bisa membuatnya tertarik. Dengan merangkak, secara langsung menguatkan otot-otot yang kelak akan membantunya untuk berjalan. Di usia ke 9 sampai 10 bulan, si bayi akan menguasai teknik baru lagi, yaitu merangkak kea rah belakang mengambil ancang-ancang untuk duduk, serta “cross-crawling” yaitu gerakan merangkak menggunakan satu tangan serta satu kaki yang berlawanan secara bersamaan (tangan kanan dan kaki kiri).

Biarkan ia bereksplorasi sekelilingnya, mengambil mainannya sendiri atau duduk diam sembari bermain mainan favoritnya, asalkan dalam pegawasan.



Tulis Komentar