_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"lifeblogid.com","urls":{"Home":"https://lifeblogid.com","Category":"https://lifeblogid.com/category/pengetahuan/agama/","Archive":"https://lifeblogid.com/2017/06/","Post":"https://lifeblogid.com/2017/06/05/bayi-jarang-bab-dan-sering-kentut-bahaya-tidak/","Page":"https://lifeblogid.com/kuppee-japanese-quality-international-specifications/","Attachment":"https://lifeblogid.com/2017/06/05/bayi-jarang-bab-dan-sering-kentut-bahaya-tidak/bayi-jarang-bab-sering-kentut/","Nav_menu_item":"https://lifeblogid.com/2016/04/25/199450/","Mts_ad":"https://lifeblogid.com/?mts_ad=199934","Feedback":"https://lifeblogid.com/?post_type=feedback&p=199979"}}_ap_ufee

Ketahui tingkah polah si bayi saat tidur sesuai umurnya

Jual ASI Booster Tea - Minuman Alami Pelancar ASI



Tidur bagi bayi banyak memiliki manfaat, selain merangsang perkembangan otaknya, juga hormon pertumbuhan yang dikeluarkan si bayi saat sedang tidur. Dengan tidur yang nyenyak, perkembangan otak bayi akan berjalan dengan maksimal sehingga kelak si bayi bisa tumbuh cerdas. Karenanya, tidur lelap dan nyaman sangat berperan dalam tumbuh kembang bayi, baik itu telentang, miring atau tengkurap.

Posisi tidur bayi amat bermacam, dari telentang, miring hingga tengkurap. Biasanya, secara alamiah si bayi mengambil posisi tidur dengan menyesuaikan kondisi tubuhnya:

  • Posisi Telentang

Posisi ini lumrah dilakukan si bayi kala berusia 0 hingga 3 bulan, karena kemampuan si bayi yang belum bisa berguling. Disamping itu, posisi telentang adalah posisi paling aman yang dapat mengurangi resiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) hingga 50 %. SIDS ini diketahui sebagai sindrom meninggal secara mendadak yang dialami oleh bayi dengan tidur tengkurap.

  • Posisi Miring

Nah, untuk posisi ini, sebaiknya diatur agar si bayi tidak melulu menghadap pada satu sisi saja; bergantian dari sisi kanan ke kiri. Informasi untuk ibu, sebenarnya tidur pada posisi miring ke kanan dinilai lebih baik untuk bayi yang berusia di bawah 6 bulan. Mengapa? Karena di posisi ini, ASI akan lebih mudah masuk ke lambung, yang hasilnya ASI akan lebih mudah dicerna.

  • Posisi Tengkurap

Dari kesekian posisi tidur bayi, posisi tengkurap sampai sekarang masih diperdebatkan baik tidaknya untuk bayi. Lantaran menurut data statistik, disebutkan Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) banyak terjadi pada bayi yang menghabiskan tidurnya dengan tengkurap.

Namun, di Indonesia kejadian seperti itu sangat jarang terjadi. Di lain sisi, sebuah literatur mengungkapkan kalau bayi yang tidur tengkurap, tidur si bayi akan lebih nyaman, lebih lelap dan tangisnya pun berkurang, serta perkembangan motorik dan gerak pernapasannya lebih baik. Bisa jadi, hal itu dikarenakan si bayi merasa hangat karena perutnya menempel pada kasur yang seakan-akan si bayi sedang tidur dalam buaian ibunya.

Banyak kaum ibu yang bertanya usia berapa bayi bisa miring sendiri, karena bagaimana juga, posisi miring kala tidur merupakan salah satu fase pertumbuhan. Tidur dalam posisi miring biasanya disukai oleh bayi yang umurnya sudah lebih dari 3 bulan. Jadi bisa dikatakan pada usia berapa bayi bisa miring sendiri? Adalah pada saat si bayi beranjak 3 bulan, bahkan ada pula yang berusia 2 bulan sudah bisa miring. Manfaat dari tidur sendiri cukup bagus, terutama untuk bayi yang lahir prematur. Bayi yang lahir belum pada saatnya, organ-organ dalamnya masih belum terlalu kuat untuk  “beroperasi” sendiri. Begitu juga pernafasannya, sehingga sewaktu dalam inkubator si bayi diberikan selang ke tubuhnya untuk membantu proses pernafasannya. Nah, saat bernafas dengan bantuan selang itu, si bayi lebih nyaman tidur miring. Selain itu, tidur dalam posisi miring dianjurkan oleh dokter, karena posisi miring bisa mempermudah pengosongan lambung. Namun perlu diingat ya, jangan membiasakan si bayi miring hanya di satu sisi saja dalam waktu yang lama. Jangan sampai kepala si bayi peang atau tidak sempurna bentuknya hanya karena tidur di satu sisi terus, walaupun hal itu tidak akan mempengaruhi perkembangan otaknya. Untuk menghindarinya, secara bergantian dan teratur, ubahlah posisi miring samping bayi dari sisi satu ke lainnya.

pola-tingkah-laku-tidur-bayi

Seperti dikatakan sebelumnya, bayi mengambil posisi tidur dengan menyesuaikan kondisi tubuhnya. Misalnya ketika si bayi sedang tersumbat hidungnya akibat kotoran hidungnya banyak atau pilek, yang membuatnya sulit bernafas. Ia cenderung memiringkan tubuhnya, agar lebih nyaman untuk bernafas.

Jika dilihat dari perilaku tidur si bayi dan disangkut pautkan dengan masa usianya, beginilah pola si bayi:

  • Bayi tidur telentang

Bayi berumur 1 bulan sudah bisa refleks mencari puting susu , membuka mulut, menghisap dan menelan. Ia sudah bisa tersenyum. Karena belum bsa melihat benda-benda yang jauh dengan jelas, si bayi kerap kali mengarahkan matanya ke arah tertentu, seperti tembok atau jendela. Jika ia ditidurkan dalam posisi tengkurap, ia akan memalingkan wajahnya.

Bayi sampai usia 3 bulan, belum bisa beratraksi apa-apa. Sehingga posisi tidurnya pun hanya sebatas telentang. Karena perkembangan motorik kasar dan halusnya belum matang. Jadinya, si bayi cuma bisa menelentangkan tubuhnya sendiri.

Kelemahan ketika bayi tidur telentang adalah ia sangat mudah terbangun. Sedangkan kelebihannya, ia akan terhindar dari resiko kematian akibat Sudden Infant Death Syndrome. Bayi yang tidur telentang lebih jarang terkena apnea (berhenti bernafas).

  • Bayi tidur tengkurap

Tidur model satu ini digemari beberapa bayi yang usianya sudah cukup besar, sebab sudah bisa membolak-balikkan badannya sendiri serta sudah kuat mengangkat kepalanya. Posisi ini juga dianggap sangat nyaman oleh si bayi, bahkan saking nyamannya, ia akan susah dibangunkan. Bayi yang tidurnya telentang, biasanya memiliki bentuk kepala lebih bagus. Namun harap diingat pula, posisi tengkurap memiliki resiko lebih besar terkena SIDS, terlebih untuk bayi berusia kurang dari 12 bulan. Tengkurap sewaktu tidur bisa berbahaya jika jantung si bayi masih lemah (bagi usia bayi yang masih muda). Dan ditakutkan lagi, si bayi dalam tidurnya malah menghirup udara yang baru saja ia hembuskan, justru karbondioksidanya yang dihirup bukannya oksigen.

  • Bayi tidur miring ke samping

Jika ditanya lagi usia berapa bayi bisa miring sendiri? Jawabannya ya adalah berusia kurang lebih dari 3 bulan. Ia sudah bisa miring ke kanan dan ke kiri. Di usianya yang 3 bulanan, si bayi sudah bisa mengikuti gerakan benda yang terjangkau oleh matanya. Dan menghisap benda yang ia bisa ia pegang. Bayi dengan umur lebih dari 3 bulan pun sudah pintar mencari perhatian dengan menggerak-gerakkan lengan dan kakinya.

Penjelasan Medis Tentang Makanan Ibu Menyusui Agar Bayi Cepat Gemuk

Tidur menjadi kegiatan yang penting bagi bayi. Sebab organnya belum bekerja dengan stabil dan memerlukan waktu untuk mengaktifkannya. Bukan hanya itu, ada beberapa fungsi tubuh si bayi seperti otak masih dalam tahap perkembangan. Saat si bayi nyenyak tertidur, di dalam tubuhnya terjadi pengeluaran hormon pertumbuhan, sel-selnya membutuhkan waktu untuk bekerja dengan optimal. Maka tidak heran, kalau bayi mempunyai jam tidur lebih lama ketimbang orang dewasa. Tapi, jika kualitas tidur si bayi kurang baik, tidurnya yang lama itu akan sia-sa. Jadi, kualitas tidur si bayi harus ditunjang dengan lingkungan sekitarnya. Kalau kualitas tidurnya bagus, di saat si bayi tidur sebentar pun, itu lebih bermanfaat bagi perkembangannya.

Melihat tingkah polah si bayi saat tidur kerap kali menggemaskan, tapi sebagai ibu, haruslah tetap memperhatikan dan mengawasinya. Usia berapa bayi bisa miring sendiri? Atau di umur berapakah bayi boleh dibiarkan tidur tengkurap dan lainnya. Jangan ragu mengganti posisi tidur si bayi jikalau dirasa hal itu tidak baik untuknya. Bagaimana pun juga, sebagai Ibu tidak ingin ‘kan si bayi terganggu perkembangannya atau terancam nyawanya karena salah tidur?!



One Response

  1. Arsila

Tulis Komentar