_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"lifeblogid.com","urls":{"Home":"https://lifeblogid.com","Category":"https://lifeblogid.com/category/pengetahuan/agama/","Archive":"https://lifeblogid.com/2017/08/","Post":"https://lifeblogid.com/2017/08/26/resep-mp-asi-ubi-untuk-bayi-usia-6-bulan/","Page":"https://lifeblogid.com/kuppee-japanese-quality-international-specifications/","Attachment":"https://lifeblogid.com/2017/08/26/tempat-wisata-kuliner-jakarta-populer/restoran-jemahdi-seafood/","Nav_menu_item":"https://lifeblogid.com/2017/08/15/200581/","Mts_ad":"https://lifeblogid.com/?mts_ad=199934","Wp_quiz":"https://lifeblogid.com/wp_quiz/can-you-name-the-leo-dicaprio-movie-by-an-image/","Feedback":"https://lifeblogid.com/?post_type=feedback&p=201113"}}_ap_ufee

Waspada ibu hamil dengan hipertensi



Kehamilan pada wanita memang harus diperhatikan, karena menjalani masa kehamilan terkadang ada saja masalah terutama kondisi kesehatan ibu dan janin. Salah satu yang biasa dialami oleh ibu hamil adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi pada masa kehamilan memang tidak berarti indikasi yang berbahaya karena banyak faktor penyebab hipertensi pada wanita yang sedang hamil. Yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil adalah meningkatkan kesadaran dalam menjaga kesehatan tubuh dan janin. Hipertensi mungkin hanya dialami 10 persen oleh ibu hamil, akan tetapi jika mengalami tekanan darah tinggi bukan berarti harus diabaikan karena jika membiarkan hipertensi bisa membahayakan pada proses kelahiran nantinya, oleh sebab itu mulailah untuk sadar merawat diri dan melakukan penanganan dini untuk menghindari adanya hipertensi.

Banyak kasus pada wanita hamil yang mengalami hipertensi over sehingga menyebabkan praeklamsia dan disertai adaya protein di dalam urin. Hal ini disebabkan oleh pembiaran hipertensi pada wanita hamil secara tidak sadar, sehingga terkadang mereka meremehkan hipertensi dan membiarkannya berkembang tanpa adanya penanganan. Wanita hamil yang mengalami tekanan darah tinggi biasanya sekitar di atas 140/90 mm Hg. Maka sebaiknya rutin untuk cek ke dokter untuk mengetahui seberapa tinggi hipertensi pada tubuh anda. Selain itu, anda perlu memahami beberepa macam jenis hipertensi pada kehamilan antara lain:

  1. Hipertensi kronik

Hipertensi kronik terjadi biasanya sebelum wanita mengalami kehamilan, sekitar lima bulan sebelum hamil. Kondisi seperti ini sering disebut sebagai hipertensi kronik. Biasanya memang tidak ada gejala yang menonjol ketika wanita mengalami hipertensi kronik, akan tetapi hal ini bisa berlanjut ketika wanita telah mengalami kehamilan. Maka, sebaiknya anda harus rutin berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui keadaan tubuh anda, agar bisa menghindari hipertensi kronik secara dini sebelum anda mengalami kehamilan.

darah tinggi pada ibu hamil

  1. Hipertensi gestasional

Hipertensi jenis ini biasanya dialami pada kehamilan ke 5, hal ini disadari ketika mengalami peningkatan tekanan darah tinggi pada tahap tersebut. Ketika anda mengalami hipertensi gestasional biasanya ditandai dengan kandungan protein yang hilang pada urin dan rusaknya organ pada tubuh. Ini sangat berbahaya, dan biasanya ibu hamil harus dirawat inap dan mendapatkan perawatan khusus jika mengalami jenis hipertensi ini karena memang membahayakan tubuh dan janin jika dibiarkan bisa membuat keguguran.

  1. Hipertensi kronik dengan prakelamsia

Hipertensi kronik yang dibiarkan begitu saja tanpa ada penanganan yang baik akan membuat kondisi tubuh semakin buruk dan biasanya ditandai dengan protein pada urin yang kurang baik. Sehingga, anda bisa memulai dari sekarang untuk sering cek ke dokter guna mengetahui kondisi tubuh anda, dan lebih baik lagi jika dilakukan secara rutin agar ada penanganan secara dini dan menghindari adanya hipertensi kronik.

  1. Praeklamsia

Kondisi hipertensi kronik atau gestasional yang semakin meningkat dan dibiarkan akan berpotensi berubah menjadi praeklamsia. Kondisi ini sangat membahayakan tubuh pada wanita hamil karena akan menyebabkan organ tubuh yang rusak danĀ  adanya protein dalam urin. Biasanya tanda-tanda awal atau gejala anda memasuki tahap ini anda akan merasakan sakit kepala yang dahsyat, nyeri di bagian perut atas sebelah kanan, muntah dan mual, penglihatan yang kurang, nafas susah, organ hati tidak berfungsi dengan baik dan jumlah urin yang menurun.



Leave a Reply