_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"lifeblogid.com","urls":{"Home":"https://lifeblogid.com","Category":"https://lifeblogid.com/category/pengetahuan/agama/","Archive":"https://lifeblogid.com/2017/06/","Post":"https://lifeblogid.com/2017/06/05/bayi-jarang-bab-dan-sering-kentut-bahaya-tidak/","Page":"https://lifeblogid.com/kuppee-japanese-quality-international-specifications/","Attachment":"https://lifeblogid.com/2017/06/05/bayi-jarang-bab-dan-sering-kentut-bahaya-tidak/bayi-jarang-bab-sering-kentut/","Nav_menu_item":"https://lifeblogid.com/2016/04/25/199450/","Mts_ad":"https://lifeblogid.com/?mts_ad=199934","Feedback":"https://lifeblogid.com/?post_type=feedback&p=199979"}}_ap_ufee

Inilah Hal Penting dalam Merangsang Kreativitas Anak



Adakah cara yang mudah dilakukan untuk merangsang kreativitas anak? Setiap orang tua tentunya berharap anak-anaknya akan tumbuh menjadi orang yang kreatif dan mampu menghadapi dan mengatasi setiap tantangan hidup yang dialaminya. Inilah tantangan yang sering dialami dan ditemui orang tua dalam menemani perkembangan anak-anaknya.

Hal Penting dalam Merangsang Kreativitas Anak

Para orang tua sudah saatnya memahami cara merangsang kreativitas anak sebab anak kreatif berbeda dengan anak pandai atau anak baik (patuh). Sebaliknya, kreativitas juga tak ada hubungannya dengan bakat atau faktor genetika. Bahkan dalam banyak kasus, masalah kreativitas sesungguhnya lebih ditentukan oleh faktor lingkungan utamanya dari pola asuh dan pola didik yang diberikan oleh orang tua.

Sayangnya, banyak orang tua yang tak menyadari bahwa pola asuh yang diberikannya justru mengekang anak. Seperti halnya kebanyakan tipe keluarga tradisional yang berpegang teguh pada norma sosial maupun pengalaman pribadinya yang seringkali justru tidak memberikan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan seluruh potensinya.

Keluarga tradisional semacam ini umumnya meyakini bahwa kepribadian anak akan terbentuk dengan sendirinya berdasarkan faktor keturunan. Pola asuh yang terlalu banyak larangan, terlalu banyak perintah, terlalu banyak mengatur justru dapat mengekang kebebasan anak.

Coba bandingkan dengan anak-anak dari keluarga yang lebih modern dimana mereka umumnya lebih memberikan kebebasn kepada anak untuk berbuat apa saja yang diinginkannya. Kata kunci dalam merangsang kreativitas anak memang terletak pada soal kebebasan.

Merangsang Kreativitas Anak

Peran orang tua sangat penting dalam proses merangsang Kreativitas Anak

Sejumlah penelitian menemukan bahwa kreatifitas ternyata berkorelasi positif dengan kebebasan yang dilakukan anak. Anak-anak yang lebih bebas dalam mengekspresikan dan melakukan apa saja yang ingin dilakukannya lebih optimal dalam mengembangkan potensi dirinya.

Pola asuh dalam keluarga tradisional umumnya juga takut dalam mencoba sesuatu yang baru. Para orang tua tipe ini biasanya ditandai dengan keyakinan terhadap pola pendidikan anak yang diperoleh secara turun temurun tanpa berani melakukan evaluasi untuk melihat dampak atau efek dari pola asuh semacam itu.

Potensi seorang anak manusia sebenarnya sangat kompleks dan terlalu misterius. Menerapkan pola asuh tertentu kepada anak justru dapat mengeliminasi berbagai potensi lainnya. Orang tua sebaiknya lebih arif dalam mengembangkan potensi dan merangsang kreativitas anak dengan mengkondisikan dan memberikan lingkungan yang kondusif.



Tulis Komentar