_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"lifeblogid.com","urls":{"Home":"https://lifeblogid.com","Category":"https://lifeblogid.com/category/pengetahuan/agama/","Archive":"https://lifeblogid.com/2016/12/","Post":"https://lifeblogid.com/2016/12/18/proses-tumbuh-kembang-janin-di-rahim-ibu-selama-trimester-pertama/","Page":"https://lifeblogid.com/search/","Attachment":"https://lifeblogid.com/2016/12/18/proses-tumbuh-kembang-janin-di-rahim-ibu-selama-trimester-pertama/perkembangan-janin-di-rahim-ibu/","Nav_menu_item":"https://lifeblogid.com/2016/04/25/199450/","Mts_ad":"https://lifeblogid.com/?mts_ad=199934","Feedback":"https://lifeblogid.com/?post_type=feedback&p=199944"}}_ap_ufee

Tips Pembelajaran untuk Melatih Motorik Anak

Melatih motorik anak tak kalah pentingnya dibandingkan dengan aspek kognitif maupun afektif anak. Jika ranah kognitif berhubungan dengan kecerdasan otak dan aspek afektif berkaitan dengan emosi anak, bagian motorik lebih berkaitan dengan gerakan fisik.

Sayangnya, melatih motorik anak justru kurang mendapat prhatian dari para orang tua karena mereka umumnya lebih mengutamakan aspek kogitif dan efektif anak. Mereka beranggapan bahwa masalah kecerdasan dan emosi dianggap lebih penting dan lebih menentukan perilaku anak. Padahal anggapan itu bisa menjebak dan merugikan perkembangan anak.
Seperti tercantum dalam Taksonomi Bloom, ranah motorik merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari bagian atau ranah lainnya dalam tumbuh kembang anak. Ketiga bagian itu juga merupakan totalitas yang sangat menentukan perkembangan anak di kemudian hari.

melatih motorik anak

melatih motorik anak baik dilakukan sejak usia dini

Namun dalam proses pembelajaran, ranah kognitif justru perlu lebih diperhatiakan dari sejak kelahirannya. Ketiga ranah potensi anak tidak tumbuh bersamaan dalam perkembangannya. Aspek motorik justru dominan pada tahap awal yang semestinya lebih diperhatikan oleh para orang tua. Nah, berikut ini 3 proses pembelajaran yang penting dilakukan untuk membantu meningkatkan kemampuan motorik anak.

Tips Pembelajaran untuk Melatih Motorik Anak

1. Menyediakan Lingkungan yang Kondusif
Pada periode bayi hingga berumur 1 tahun anak membutuhkan rangsangan untuk melatih berbagai kemampuan motorik dan gerakan fisiknya, dari gerakan pada bagian anggota tubuh hingga koordinasi antar bagian tubuh dengan otaknya. Untuk itu orang tua dapat membantunya dengan sering mengajaknya bermain atau menyediakan mainan yang merangsang kemampuan motorik, seperti mainan dengan warna menyolok atau yang mengeluarkan bunyi.

2. Tidak Memaksakan Kehendak
Orang tua perlu lebih memahami keinginan anak dan menyediakan pilihan yang sesuai dengan keinginan maupun kemauan anak. Orang tua pun harus mampu bersikap tarik ulur terutama jika anak memperlihatkan atau menyatakan ketidaksukaannya terhadap sesuatu maupun memperlihatkan sikap melawan atau menentang. Kita pun diharapkan tidak memaksakan keinginan terhadap anak yang justru akan bisa menghambat kemampuan motorik anak dan mematikan potensi maupun kreativitas anak.

3. Mengontrol Kondisi Lingkungan
Masa anak-anak merupakan masa peniruan atau proses imitasi. Apa yang dilakukan teman sebaya, orang di sekitarnya, ataupun tontotan di televisi mudah ditiru anak-anak. Begitu juga saat anak baru masuk lingkungan sekolah, akan ada banyak rangsangan yang akan mempengaruhi anak. Pengaruh ini sebenarnya berguna untuk melatih motorik anak namun agar proses peniruan tidak memberikan efek buruk, orang tua perlu selalu mendampinginya dan memberikan pengertian seperlunya.



Tulis Komentar