_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"lifeblogid.com","urls":{"Home":"https://lifeblogid.com","Category":"https://lifeblogid.com/category/pengetahuan/agama/","Archive":"https://lifeblogid.com/2017/03/","Post":"https://lifeblogid.com/2017/03/10/cara-ampuh-untuk-mengatasi-perut-kembung-pada-bayi/","Page":"https://lifeblogid.com/kuppee-japanese-quality-international-specifications/","Attachment":"https://lifeblogid.com/2017/03/10/cara-ampuh-untuk-mengatasi-perut-kembung-pada-bayi/cara-menghilangkan-perut-kembung-pada-bayi/","Nav_menu_item":"https://lifeblogid.com/2016/04/25/199450/","Mts_ad":"https://lifeblogid.com/?mts_ad=199934","Feedback":"https://lifeblogid.com/?post_type=feedback&p=199955"}}_ap_ufee

Peran Orang Tua dalam Membangun Minat Anak

Membangun minat anak sangat penting dilakukan sejak dini. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan lingkungan yang kondusif dengan menyediakan alternative yang terbuka tanpa sedikit pun melakukan paksaan terhadap yang menjadi pilihan anak. Minat berdasarkan keinginan dan kemauan anak sangat berguna sebagai bagian dari proses menemukan jati dirinya.

Peran Orang Tua dalam Membangun Minat Anak

Memang bukan hal yang mudah dalam membangun minat anak. Apalagi perkembangan anak yang senang meniru dan melakukan duplikasi akan menyebabkan proses menemukan minat anak bukan hal yang mudah. Tetapi justru proses semacam ini yang akan sangat berguna bagi anak dalam merasakan dan mengalami apa yang dilihat dan didengarnya.

Tumbuh kembang anak berlangsung melalui proses peniruan atau dalam psikologi dikenal dengan istilah proses imitasi. Pengaruh lingkungan, baik dari orang tua, teman sebaya, bahkan tontotan di televise akan menjadi sumber bagi proses peniruan tersebut. Anda mungkin tak perlu heran saat anak-anak usia 3 atau 4 tahun sudah hafal dengan lagu Sakitnya Tuh Di Sini ataupun nama tokoh yang dimainkan dalam serial Mahabarata.

Dalam perilaku imitasi ini, anak mengambil sosok orang yang ada di sekitarnya maupun di televise untuk diserap dan melalui proses internalisasi menjadi perilaku yang dilakukan anak-anak. Namun proses imitasi ini bersifat netral dan sangat tergantung dari tokoh yang dijadikan panutan. Jika tokoh yang ditiru adalah sosok yang baik, maka anak pun akan berperilaku yang baik. Sebaliknya, jika tokoh yang ditiru merupakan sosok yang jahat, maka anak pun akan menirunya apa adanya.

Membangun Minat Anak

Peran orang tua sangat penting dalam membangun minat anak

Melalui tahapan perkembangan anak semacam ini, orang tua dapat memanfaatkannya untuk merangsang dan membangun minat anak. Saat film kartun Kapten Tsubasa popular, banyak anak yang kemudian menyukai sepakbola dan ingin menjadi pemain bola terkenal seperti tokoh kartun Jepang itu. Anda sebagai orang tua dapat melakukan hal yang sama dengan membelikan video atau mainan anak untuk memberikan pengalaman yang lebih beragam tentang minat atau ketertarikan anak.

Meskipun perkembangan anak masih akan mengalami banyak perubahan sesuai tahapan perkembangan usianya, pengalaman yang mengesankan saat masa kecil umumnya akan melekat dan selalu diingatnya. Sebagai orang tua anda tentu lebih mengenal perkembangan anak dan berharap anak akan dapat mengikuti minat dan selera anda. Namun anak adalah pribadi yang mandiri dan bebas menentukan pilihanya sendiri. Oleh sebab itu soal keputusan akhir dalam proses membangun minat anak sebaiknya diserahkan kepada anak yang bersangkutan sesuai dengan jati dirinya.



Tulis Komentar