_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"lifeblogid.com","urls":{"Home":"https://lifeblogid.com","Category":"https://lifeblogid.com/category/pengetahuan/agama/","Archive":"https://lifeblogid.com/2017/05/","Post":"https://lifeblogid.com/2017/05/20/ketahui-penyebab-bayi-muntah-setelah-minum-asi/","Page":"https://lifeblogid.com/kuppee-japanese-quality-international-specifications/","Attachment":"https://lifeblogid.com/ibu-hamil/","Nav_menu_item":"https://lifeblogid.com/2016/04/25/199450/","Mts_ad":"https://lifeblogid.com/?mts_ad=199934","Feedback":"https://lifeblogid.com/?post_type=feedback&p=199979"}}_ap_ufee

Mekanisme Kinerja Flash Disk

Selain disebut flash disk, orang menyebutnya USB drive, USB flash disk, flash drive, memory stick, data stick, dan pen drive. Flash disk tersedia mulai 8 MB, 16 MB, 64 MB, 128 MB, 256 MB, hingga di atas 1 GB. Masih ada faktor lain yang perlu Anda pertimbangkan, termasuk jenis flash disk. Seperti perangkat elektronik lainnya, flash disk sering dikawankan dengan pemutar MP3, kamera digital, perekam digital, jam tangan, bahkan obeng.

flashdisk

flashdisk

Setelah menentukan jenis flash disk, perhatikan tipe koneksi USB. USB terdiri atas dua tipe, yaitu tipe A, yang bentuknya lebih besar, dan tipe B, yang lebih kecil. Komputer pribadi biasanya menyediakan USB tipe A. Karena itu, disarankan untuk memilih flash disk dengan USB tipe A.

Bagaimana dengan tipe B? Tipe B biasanya terdapat pada flash disk hasil perkawinan. Tapi jangan khawatir kalau memilih tipe ini, karena biasanya produsen menyertakan kabel extension untuk menghubungkan USB tipe B dengan USB tipe A.

Selanjutnya, pilihlah flash disk yang dilengkapi dengan lampu LED. Sebab, lampu ini berguna memberi tanda apakah flash disk sudah tersambung dengan benar atau tidak. Beberapa pemakai flash disk memerlukan tingkat keamanan yang tinggi. Bagi Anda yang tergolong kelompok ini, tersedia flash disk dengan fasilitas kata kunci (password). Jadi tidak sembarang orang bisa membuka isi flash disk Anda.

Setiap komputer pasti memiliki rongga USB, tapi belum tentu semuanya memiliki CD-ROM atau DW-ROM. Proses menyalin data dari komputer ke flash disk juga jauh lebih cepat dan sederhana dibanding menyalin data (burning) dari CD-ROM ke CD. Menurut USB Flash Drive Alliance, flash drive ini bisa menyimpan data selama 10 tahun dalam periode yang sama, kemungkinan besar Anda telah ganti hard disk komputer Anda selama tiga kali.

Namun, flash disk juga punya kelemahan. Perangkat ini rentan terhadap medan magnetik dan listrik statis. Jadi jangan satukan peranti ini dengan kunci atau pernik-pernik logam lainnya karena bisa menghapus data di dalammya.

Masalah lainnya: flash disk hanya bisa berjalan secara langsung pada komputer atau laptop yang menggunakan sistem operasi Windows XP. Jika versinya di bawah itu, misalnya Windows 98, driver-nya harus diinstal dulu, sehingga terasa kurang praktis. Kini, di Windows XP, kewajiban tersebut sudah tidak ada lagi. Anda bisa mencabut flash disk kapan saja selama tidak dalam proses transfer data. Pengoperasian flash disk pun jadi lebih mudah. Akan tetapi kemudahan tersebut harus dibayar dengan menurunnya performa flash disk. Ini disebabkan karena Windows harus menonaktifkan fitur write cache demi fleksibilitas tadi, sehingga performa harus dikorbankan.

Bagi Anda yang mengutamakan performa flash disk sebagai nomor satu, Anda harus mengaktifkan write cache ini dari Device Manager. Caranya:
Klik [Start] > [Control Panel] > [Performance and Maintenance] > [System].
Pilih tab [Hardware].
Buka jendela Device Manager dengan mengklik tombol [Device Manager].
Masuklah ke disk drives, dan klik kanan pada nama USB flash disk.
Pilih [Properties].
Masuklah ke tab [Policies] kemudian ubah radio button [Optimize for quick removal] menjadi [Optimize for Performance].
Tekan [OK], lalu tutup jendela Device Manager dan System Properties.
Restart Windows.

Setelah Anda mengaplikasikan trik ini jangan lupa untuk selalu mengklik [Safely Remove Hardware] sebelum mencabut flash disk.



Tulis Komentar