_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"lifeblogid.com","urls":{"Home":"https://lifeblogid.com","Category":"https://lifeblogid.com/category/pengetahuan/agama/","Archive":"https://lifeblogid.com/2017/08/","Post":"https://lifeblogid.com/2017/08/26/resep-mp-asi-ubi-untuk-bayi-usia-6-bulan/","Page":"https://lifeblogid.com/kuppee-japanese-quality-international-specifications/","Attachment":"https://lifeblogid.com/2017/08/26/tempat-wisata-kuliner-jakarta-populer/restoran-jemahdi-seafood/","Nav_menu_item":"https://lifeblogid.com/2017/08/15/200581/","Mts_ad":"https://lifeblogid.com/?mts_ad=199934","Wp_quiz":"https://lifeblogid.com/wp_quiz/can-you-name-the-leo-dicaprio-movie-by-an-image/","Feedback":"https://lifeblogid.com/?post_type=feedback&p=201108"}}_ap_ufee

3 Tahap Penting Membangun Rasa Percaya Diri Anak



Membangun rasa percaya diri anak merupakan tahapan sangat penting untuk masa depannya yang lebih baik. Apalagi kelemahan utama masyarakat kita terutama terletak pada rendahnya rasa percaya diri akibat sistem budaya yang kurang menyukai tantangan. Sikap mental yang kurang kompetitif inilah yang menyebabkan bangsa kita sulit bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Membangun Rasa Percaya Diri Anak

Membangun Rasa Percaya Diri Anak

Membangun rasa percaya diri anak akan dapat menjauhkan anak dari rasa minder, perilaku nrimo atau pasrah, sikap malas, ataupun mental penakut yang tidak siap menghadapi tantangan hidup. Apalagi dengan makin beratnya tantangan hidup, maka membangun kepercayaan diri yang kuat merupakan tugas yang mesti diperhatikan para orang tua.

3 Tahap Penting Membangun Rasa Percaya Diri Anak

Untuk membangun kepercayaan diri yang kuat, maka ada 3 tahap perkembangan anak yang sebaiknya lebih dicermati para orang tua.

1. Tahap Bayi (Usia 0 – 6 Bulan)
Dunia baru yang dihadapi anak saat kelahirannya merupakan benturan pertama yang dialami seorang manusia. Kemampuan bayi yang begitu lemah berhadapan dengan dunia nyata yang begitu asing dan luas menyebabkan bayi mengalami ketakutan. Di sinilah tugas orang tua untuk memberikan suasana yang penuh kehangatan, kenyamanan, dan perlindungan untuk mendukung perkembangan kejiwaannya.

2. Tahap Usia 6 Bulan – 3 Tahun
Perkembangan anak pada periode ini ditandai dengan mulai tumbuhnya otonomi diri dimana anak ingin melakukan sendiri berbagai hal dan juga mulai sulit diatur. Namun psikologi menemukan kontradiksi dalam masa ini dimana otonomi diri muncul bersamaan dengan rasa takut dengan menurunnya rasa man dari ibu atau orang tuanya. Hal inilah yang memunculkan sensitifitas anak yang ditandai dengan perlawanan terhadap pembatasan atau pengekangan yang dilakukan orang tua. Karena itu pentingbagi orang tua untuk memahami perubahan ini dan memberikan fleksibilitas kepada anak.

3. Tahap Pra Sekolah (Usia 3 – 6 Tahun)
Dalam hubungannya dengan kepercayaan diri, pada periode ini anak mulai menghadapi persaingan. Di dalam rumah, anak akan merasa tersingkir dengan hadirnya adik baru. Perhatian yang perlakuan yang berbeda akan memberikan dampak buruk pada jiwa social anak. Pengertian yang diberikan orang tua akan sangat membantu anak dalam memahami realitas yang ada.

Sedangkan di luar rumah anak akan menghadapi persaingan melalui interaksinya dengan teman sebaya yang juga akna turut mewarnai jiwa sosialnya. Untuk membangun rasa percaya diri anak yang kuat orang tua justru perlu mendampinginya dan mencermati pergaulan anak-anaknya.



Leave a Reply