_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"lifeblogid.com","urls":{"Home":"https://lifeblogid.com","Category":"https://lifeblogid.com/category/pengetahuan/agama/","Archive":"https://lifeblogid.com/2017/06/","Post":"https://lifeblogid.com/2017/06/05/bayi-jarang-bab-dan-sering-kentut-bahaya-tidak/","Page":"https://lifeblogid.com/kuppee-japanese-quality-international-specifications/","Attachment":"https://lifeblogid.com/2017/06/05/bayi-jarang-bab-dan-sering-kentut-bahaya-tidak/bayi-jarang-bab-sering-kentut/","Nav_menu_item":"https://lifeblogid.com/2016/04/25/199450/","Mts_ad":"https://lifeblogid.com/?mts_ad=199934","Feedback":"https://lifeblogid.com/?post_type=feedback&p=199979"}}_ap_ufee

Mengapa Kita Tidak Geli Kalau Dikelitikin Diri Sendiri



Mengapa Kita Tidak Geli Kalau Dikelitikin Diri Sendiri? Pertanyaan ini mungkin sering terlintas dipikiran kita, Nah untuk menemukan jawabannya, terlebih dahulu kita pelajari tentang rasa geli tersebut.

Pengertian geli

Dari beberapa sumber yang kami baca, merasa geli adalah reaksi fisiologis yg definisinya ‘tidak dapat dikendalikan otak’. Jadi kita sama sekali tidak bisa mengatur ‘perasaan’ geli ini. Entah itu intensitasnya, dimulai dan diakhirinya, dll.

Geli termasuk sistem somatosensori dalam tubuh kita. Sistem somatosensori adalah suatu sistem indra yang mendeteksi pengalaman yang disebut sentuhan atau tekanan, suhu (hangat atau dingin), sakit (termasuk gatal dan geli), termasuk juga propriosepsi (sensasi pergerakan otot) serta posisi persendian seperti postur, pergerakan, visera dan ekspresi wajah. Perasa visera terkait dengan informasi indra dari dalam tubuh seperti sakit perut. Sentuhan dapat dianggap sebagai salah satu dari lima indra manusia; meskipun sewaktu seseorang menyentuh sesuatu atau seseorang, berbagai perasaan dapat timbul: persepsi tekanan (bentuk, kelembutan, tekstur, getaran, dll), suhu relatif, dan kadang nyeri. Dengan demikian, istilah “sentuhan” biasanya merupakan kombinasi dari berbagai indra.

Proses yang terjadi ketika merasa geli

Menggelitik dengan gerakan-gerakan lembut ujung jari tangan, akan membangkitkan sensor-sensor peraba yg lebut dan tipis, tepat di bawah kulit. sehingga, kita mudah terasa geli di bagian kulit yg tipis, contohnya telapak kaki.

Efeknya biasanya kita akan tertawa. Tapi yang sesungguhnya terjadi adalah peningkatan denyut nadi dan tekanan darah. Atau dalam bahasa ‘manusianya’, kita menjadi waspada atau cemas. Nah, cemas inilah penyebab rasa geli itu. Otak akan menanggapi rangsangan tersebut lebih kurang sebagai ‘ancaman’ atau ‘gangguan’. Makanya disebut keadaan cemas.
Rasa cemas akibat geli ini bisa menjadi berbahaya. Karena ketika seseorang digelitikin lama-lama, rasa itu berkumpul, dan terasa tidak nyaman. Jadi rasa geli kalo lama2 di kelitikin juga bisa hilang, bahkan kita jadi tidak nyaman.

Bagian tubuh yang sering merasa geli

Bagian tubuh yang paling merasa geli contohnya telapak kaki, ketiak, pinggang, atau mungkin bagi beberapa orang yang banyak bagian tubuhnya bisa merasa geli.

Mengapa hanya bagian-bagian tertentu yang bisa geli?
Beberapa bagian tubuh yang mudah geli tersebut memiliki lebih banyak syaraf perasa daripada bagian tubuh lainnya. Mengapa demikian?
Rasa Geli sebenarnya juga pertanda bahwa bagian tubuh tersebut lebih peka dari yang lainnya. Lebih peka berarti juga bagian tubuh itu “terlindungi” dari “bahaya” yang mungkin mengancam, dan itu berarti menjaga kelangsungan hidup kita. Ketiak yang peka sebenarnya adalah untuk menghindari “luka” akibat sentuhan yang berlebihan di brachial plexus, yang menyebabkan kelumpuhan lengan. Begitu juga rongga hidung, telinga, mata, yang merupakan sasaran empuk benda-benda kecil yang bisa jadi masuk kesana. Tubuh kita memang telah memiliki mekanisme otomatis dalam perlindungan diri. Wah tenyata luar biasa ya fungsi-fungsi bagian tubuh kita.

telapak kaki merupakan bagian yang mudah merasa geli

telapak kaki merupakan bagian yang mudah merasa geli

Mengapa Kita Tidak Geli Kalau Dikelitikin Diri Sendiri

Kita tidak geli kalau mengelitiki diri sendiri karena otak kita dapat memberitahu sensasi-sensasi geli yang disebabkan oleh tindakan diri kita sendiri dan memberinya prioritas rendah. Karena hal tersebut, tubuh lebih mau menerima sensasi-sensasi yang berasal dari sumber-sumber di luar mungkin lebih penting. Sebuah penelitian tentang hal ini menunjukkan bahwa area-area otak yang memproses informasi sentuhan (korteks somatosensoris) lebih aktif pada waktu subjek digelitik oleh orang lain ketimbang pada walktu digelitik oleh dirinya sendiri. Itulah sebabnya kita tidak geli kalau dikelitikin diri sendiri.



Tulis Komentar