_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"lifeblogid.com","urls":{"Home":"https://lifeblogid.com","Category":"https://lifeblogid.com/category/pengetahuan/agama/","Archive":"https://lifeblogid.com/2017/05/","Post":"https://lifeblogid.com/2017/05/20/ketahui-penyebab-bayi-muntah-setelah-minum-asi/","Page":"https://lifeblogid.com/kuppee-japanese-quality-international-specifications/","Attachment":"https://lifeblogid.com/ibu-hamil/","Nav_menu_item":"https://lifeblogid.com/2016/04/25/199450/","Mts_ad":"https://lifeblogid.com/?mts_ad=199934","Feedback":"https://lifeblogid.com/?post_type=feedback&p=199979"}}_ap_ufee

Penyakit Anemia atau Kurang Darah

Anemia atau penyakit Anemia adalah keadaan dimana jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada dibawah normal. Sel darah merah mengandung hemoglobin, yang memungkinkan mereka mengangkut oksigen dari paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh. Anemia menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam sel darah merah, sehingga darah tidak dapat mengangkut oksigen dalam jumlah sesuai yang diperlukan tubuh.

Gejala-gejala penyakit Anemia

Seseorang yang mengidap penyakit anemia, biasanya memiliki gejala-gejala anemia sebagai berikut :

1. Muka atau wajah terlihat pucat merupakan gejala umum yang tampak pada penderita anemia;
2. Badan terasa lesu dan kurang semangat dalam beraktifitas terutama aktifitas fisik;
3. Tubuh mudah terasa lelah;
4. Mudah tersinggung karena hal-hal kecil;
5. Sering sakit kepala dan kehilangan nafsu makan bisa juga menjadi gejala anemia;
6. Sulit berkonsentrasi juga merupakan gejala yang timbul pada penderita anemia, dan hal ini dirasa sangat mengganggu karena berpengaruh pada produktifitas kerja;
7. Jika Anda sering mengalami sesak nafas, ini mungkin gejala anemia yang tergolong sedang atau bahkan berat.

penderita anemia sering mengalami pusing

penderita anemia sering mengalami pusing

Jenis-jenis Penyakit Anemia

Anemia defisiensi zat besi

Anemia defisiensi zat besi adalah jenis anemia paling sering dijumpai. Anemia jenis ini sering disebabkan hilangnya sejumlah zat besi melalui perdarahan terus-menerus.

Zat besi merupakan komponen esensial dari hemoglobin. Jika zat besi tidak cukup tersedia, produksi hemoglobin dan penggabungan ke dalam sel darah merah di sumsum tulang akan berkurang.

Hasilnya, hanya ada sedikit hemoglobin yang bisa berikatan dengan oksigen dalam paru-paru dan membawanya ke jaringan tubuh. Akibatnya, jaringan tidak cukup menerima oksigen.

Anemia megaloblastik

Anemia megaloblastik adalah jenis anemia yang timbul akibat kekurangan vitamin B12 atau asam folat. Dua vitamin penting ini memiliki peran esensial dalam produksi sel darah merah yang sehat. Defisiensi salah satu vitamin tersebut dapat menimbulkan anemia megaloblastik yang terjadi karena sel darah merah abnormal berukuran besar (megaloblas) terbentuk dalam sumsum tulang dan produksi sel darah merah normal menurun.

Anemia sel bulan sabit

Anemia sel bulan sabit (sickle cell anaemia) adalah kelainan bawaan yang timbul akibat bentuk abnormal hemoglobin dalam darah.

Hemoglobin adalah protein yang terkandung dalam sel darah merah. Protein ini mengambil oksigen dari darah dan membawanya ke berbgai bagian tubuh.

Anemia sel bulan sabit timbul jika hemoglobin abnormal menyebabkan sel darah merah berubah bentuk menyerupai bulan sabit akibat rendahnya kadar oksigen. Ini akan menimbulkan krisis sel bulan sabit, yaitu nyeri sendi dan perut berat.

Kelainan bawaan dari penyakit anemia sel bulan sabit ini bersifat resesif, yaitu kedua orangtua membawa sebuah gen abnormal tapi mereka sendiri dalam kondisi sehat.

Talasemia

Talasemia adalah bentuk anemia bawaan. Kebanyakan kasus talasemia terjadi pada orang-orang dari daerah Mediterania tapi juga dapat menyerang orang-orang dari India dan Asia Tenggara. talasemia diturunkan kepada anak jika kedua orangtua membawa gen cacat.

Pada talasemia, tubuh tidak dapat membuat hemoglobin normal, yaitu zat dalam darah yang membuat sel darah berwarna merah dan membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Kelainan ini akan muncul saat seorang bayi yang berusia sekitar tiga bulan menunjukkan gejala anemia berat.

Cara mengobati Anemia

– Rebuslah 60 gram daun bawang merah dengan air secukupnya setelah itu tambahkan 1 kuning telur ayam kampung, kemudian dimakan atau dikonsumsi. Sebaiknya dikonsumsi secara teratur 2 kali sehari.

– Ambillah hati ayam secukupnya dan tambahkanlah 10 butir angco, lalu direbus/ditim kemudian dimakan. Sebaiknya konsumsilah secara teratur 2 kali sehari untuk mengobati anemia sahabat.

Cara mencegah Anemia

Berikut ini adalah makanan untuk mengatasi anemia.

– Sayuran Hijau
Sebaiknya perbanyaklah konsumsi sayuran hijau seperti bayam, seledri, lubis, kembang kol, kankung, dan kentang manis. Karena dengan mengkonsumsi dayuran hijau ini, sahabat bisa mengtrol berat badan sahabat dan menaikkan jumlah darah dalam tubuh.

– Kacang Almond
Kacang almond kaya akan zat besi yang dapat meningkatkan aliran darah dalam tubuh.

– Buah
Selain mengkonsumsi sayuran hijau, bagi penderita anemia juga dianjurkan untuk mengkonsumsi buah-buah segar. Seperti aprikot, semangka, apel, anggur, kismis dan buah plum yang dapat meningkatkan aliran darah dalam tubuh kita.



Tags:

Tulis Komentar