_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"lifeblogid.com","urls":{"Home":"https://lifeblogid.com","Category":"https://lifeblogid.com/category/pengetahuan/agama/","Archive":"https://lifeblogid.com/2017/06/","Post":"https://lifeblogid.com/2017/06/05/bayi-jarang-bab-dan-sering-kentut-bahaya-tidak/","Page":"https://lifeblogid.com/kuppee-japanese-quality-international-specifications/","Attachment":"https://lifeblogid.com/2017/06/05/bayi-jarang-bab-dan-sering-kentut-bahaya-tidak/bayi-jarang-bab-sering-kentut/","Nav_menu_item":"https://lifeblogid.com/2016/04/25/199450/","Mts_ad":"https://lifeblogid.com/?mts_ad=199934","Feedback":"https://lifeblogid.com/?post_type=feedback&p=199979"}}_ap_ufee

Tips Jitu Mengatasi Anak Pemalu



Sebagai orang tua mungkin anda sempat dibuat bingung mengatasi anak pemalu yang terjadi pada buah hati anda. Tak jarang pula kita sebagai orang tua dibuat stress dengan polah dan perilaku anak-anak kita. Namun inilah dunia anak-anak yang mesti disikapi secara bijak dengan kesabaran dan hati yang lapang.

mengatasi anak pemalu

perlu kesabaran extra dan bijaksana oleh para orangtua dalam mengatasi anak pemalu

Sikap atau perasaan malu pada anak umumnya bisa terjadi saat anak berumur sekitar setahun. Sikap malu, takut atau minder pada anak umumnya terjadi karena anak sudah mampu membedakan antara orang-orang yang sudah dikenalnya dengan orang lain yang dianggapnya sebagai orang asing.

Perasaan atau sikap malu pada anak sesungguhnya tidak timbul secara tiba-tiba. Pada satu sisi ada kalangan yang menilai bahwa hal ini merupakan pengaruh turunan atau karakter yang dibawa sejak lahir, maupun karena perlakuan atau pola asuh yang diterapkan orang tua. Nah, sebelum membicarakan tentang cara mengatasi anak pemalu sebaiknya kita mengetahui tentang faktor-faktor yang menyebabkannya.

Tips Jitu Mengatasi Anak Pemalu

1. Harapan orang tua yang terlalu tinggi juga bisa menyebabkan anak justru menjadi pemalu, minder, atau kurang percaya diri. Sebagai orang tua tentunya anda pun berharap anaknya akan berkembang menjadi seseorang yang jauh lebih baik dari anda. Namun sayangnya tak sedikit orang tua yang secara tak sadar justru terlalu memaksakan harapan itu terlalu kuat. Hal inilah yang dirasakan anak sebagai tekanan sehingga membuat banyak berdiam diri, takut berbuat salah, dan akhirnya menjadi pemalu.

2. Pola asuh posesif tak jarang juga menjadi factor penyebab terjadinya anak yang minder dan pemalu. Sikap orang tua yang terlalu protektif dengan banyak membuat pagar larangan akan membatasi gerak anak dan menyebabkan anak merasa terkekang. Pola asuh semacam ini juga akan mengkondisikan agar anak tidak berbuat salah dengan melawan orang tua yang pada gilirannya akan membuatnya menjadi rendah diri.

3. Perilaku minder dan pemalu juga bisa terbentuk akibat lingkungan maupun pengaruh teman sebayanya. Persaingan antar teman sebaya dalam banyak kasus memang kerap menjadi pemicu perubahan perilaku pada anak. Apalagi jika persaingan itu berlangsung secara berkelompok, maka anak yang sendirian dan tidak kuat akan tertekan dan akhirnya menjadi minder dan membuat jarak dengan lingkungannya.

Itulah beberapa faktor penyebab timbulnya rasa malu atau minder pada anak. Dengan menelusuri factor penyebabnya, maka untuk mengatasi anak pemalu orang tua perlu mengubah pola asuhnya dengan lebih menghargai kemauan dan keinginan anak agar lebih berani dan tidak minder.



Tulis Komentar