_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"lifeblogid.com","urls":{"Home":"https://lifeblogid.com","Category":"https://lifeblogid.com/category/pengetahuan/agama/","Archive":"https://lifeblogid.com/2017/06/","Post":"https://lifeblogid.com/2017/06/05/bayi-jarang-bab-dan-sering-kentut-bahaya-tidak/","Page":"https://lifeblogid.com/kuppee-japanese-quality-international-specifications/","Attachment":"https://lifeblogid.com/2017/06/05/bayi-jarang-bab-dan-sering-kentut-bahaya-tidak/bayi-jarang-bab-sering-kentut/","Nav_menu_item":"https://lifeblogid.com/2016/04/25/199450/","Mts_ad":"https://lifeblogid.com/?mts_ad=199934","Feedback":"https://lifeblogid.com/?post_type=feedback&p=199979"}}_ap_ufee

Rumah Mbaru Niang, Rumah Adat Flores



Rumah Adat Mbaru Niang / Rumah Adat Flores merupakan rumah tradisional salah satu suku Manggarai yang mempunyai bentuk seperti topi kerucut yang hanya dapat kita temui di desa Wae Rebo, pulau Flores Nusa Tenggara Timur.

Rumah adat flores ini sangat langka patut kita jaga, tinggal 9 unit saja. Desa Wae Rebo terletak ditas lembah dan di kelilingi pegunungan dengan hutan yang sangat lebat dan cukup sangat terpencil jauh dari desa-desa lainnya, desa tersebut terletak pada ketinggian 1100 m diatas permukaan air laut, tentu hawanya cukup dingin.

Mbaru Niang - Rumah Adat Flores

Mbaru Niang – Rumah Adat Flores

Masyarakat Desa Wae Rebo merupakan masyarakat yang taat kepada adat tradisi warisan leluhur mereka, hal ini terlihat dari pola hidup dan semua aktivitas tidak banyak berubah, masih seperti pola hidup leluhur mereka walau jaman telah maju. Salah satu contoh bentuk dari kekuatan tradisi penduduk desa Wae Rebo adalah arsitektur rumah tinggal mereka yang masih berbentuk sama dengan rumah nenek moyang mereka, tanpa ada perubahan sedikitpun, rumah adat flores yang berbentuk kerucut dan atapnya yang menjuntai sampai hampir menyentuh tanah terbuat dari daun lontar dan lantai tidak menyentuh tanah, alias panggung.

Kontruksi bangunan rumah adat flores Mbaru Niang ini hanya menggunakan sistem pasak dan pen lalu diikat dengan rotan sebagai penguat setiap tulang fondasinya. Rumah adat Mbaru Niang ini merupakan bangunan terdiri dari 5 lantai dengan bentuk mengerucut keatas.

Urutan dan fungsi dari tiap susunan lantai rumah adat Mabru Niang/ Rumah adat flores:

  1. Lutur atau tenda lantai dasar, digunakan sebagai tempat tinggal sang penghuni.
  2. Lobo berfungsi sebagai gudang tempat menyimpan bahan makanan dan barang.
  3. Lentar berfungsi untuk menyimpan benih tanaman untuk bercocok tanam.
  4. Lempa Rae berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan stok cadangan makanan yang berguna disaat paceklik atau gagal panen. 
  5. Hekang Kode berfungsi sebagai tempat sesajen untuk para leluhur mereka.

Yang perlu anda ketahui dari desa Wae Rebo Flores NTT:

  • Rumah Adat Flores Mbaru Niang Mendapatkan Penghargaan dari UNESCO sebagai salah satu cagar budaya dunia yang selalu terjaga dengan baik.
  • Desa sangat terpencil hampir tidak semua perkampungan tetangga mengetahui keberadaannya karena lokasi yang sangat berjahuan.
  • Namun banyak tourist atau wisatawan asing lebih dulu mengetahui dan lebih sering menyinggahi Rumah Rumah Mbaru Niang atau Rumah Adat Flores dari pada wisatawan Indonesia sendiri.



    Tulis Komentar