_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"lifeblogid.com","urls":{"Home":"https://lifeblogid.com","Category":"https://lifeblogid.com/category/pengetahuan/agama/","Archive":"https://lifeblogid.com/2017/08/","Post":"https://lifeblogid.com/2017/08/26/resep-mp-asi-ubi-untuk-bayi-usia-6-bulan/","Page":"https://lifeblogid.com/kuppee-japanese-quality-international-specifications/","Attachment":"https://lifeblogid.com/2017/08/26/tempat-wisata-kuliner-jakarta-populer/restoran-jemahdi-seafood/","Nav_menu_item":"https://lifeblogid.com/2017/08/15/200581/","Mts_ad":"https://lifeblogid.com/?mts_ad=199934","Wp_quiz":"https://lifeblogid.com/wp_quiz/can-you-name-the-leo-dicaprio-movie-by-an-image/","Feedback":"https://lifeblogid.com/?post_type=feedback&p=201108"}}_ap_ufee

Mengenal Penyakit Polio



Penyakit polio atau poliomyelitis disebut penyakit lumpuh anak-anak karena terlalu seringgnya anak-anak mendapat penyakit itu. Penyakit polio terdapat diseluruh dunia. Orang dewasa mungkin juga mendapat penyakit itu meskipun kebanyakan dari mereka mungkin sudah pernah terkena penyakit polio di masa kanak-kanak dan sudah agak kebal.

Penyebab penyakit polio

Penyakit polio disebabkan oleh virus polio, anggota genus Enterovirus, famili Picornaviridae. Sampai sekarang telah diisolasi 3 strain virus polio yaitu tipe 1 (Brunhilde), tipe 2 (Lansing), dan tipe 3 (Leon). Infeksi dapat terjadi oleh satu atau lebih tipe tersebut. Epidemi yang luas biasanya disebabkan oleh tipe 1. Virus ini relatif tahan terhadap hampir semua desinfektan (etanol, isopropanol, lisol, amonium kuartener, dll). Virus ini tidak memiliki amplop lemak sehingga tahan terhadap pelarut lemak termasuk eter dan kloroform. Virus ini dapat diinaktifasi oleh formaldehid, glutaraldehid, asam kuat, sodium hipoklorit, dan klorin. Virus polio menjadi inaktif dengan pemanasan di atas 42 derajat Celcius. Selain itu, pengeringan dan ultraviolet juga dapat menghilangkan aktivitas virus polio.

Penyebaran Penyakit polio

Virus Polio ditularkan terutama dari manusia ke manusia, terutama pada fase akut, bersamaan dengan tingginya titer virus polio di faring dan feses. Virus polio diduga dapat menyebar melalui saluran pernafasan karena sekresi pernafasan merupakan material yang terbukti infeksius untuk virus entero lainnya. Meskipun begitu, jalur pernafasan belum terbukti menjadi jalur penularan untuk virus polio. Transmisi oral biasanya mempunyai peranan yang dominan pada penyebaran virus polio di negara berkembang, sedangkan penularan secara fekal-oral paling banyak terjadi di daerah miskin. Makanan dan minuman dapat terkontaminasi melalui lalat atau karena higienis yang rendah. Sumber penularan lain yang mungkin berperan adalah tanah dan air yang terkontaminasi material feses, persawahan yang diberi pupuk feses manusia, dan irigasi yang dengan air yang telah terkontaminasi virus polio.

Penularan penyakit polio terutama melalui jalur fekal-oral dan membutuhkan kontak yang erat. Prevalensi infeksi tertinggi terjadi pada mereka yang tinggal serumah dengan penderita penyakit polio. Biasanya bila salah satu anggota keluarga terinfeksi, maka yang lain juga terinfeksi. Kontaminasi tinja pada jari tangan, alat tulis, mainan anak, makanan dan minuman, merupakan sumber utama infeksi.

Gejala-gejala penyakit polio

Terdapat 3 pola dasar pada infeksi polio:
Infeksi subklinis
Non-paralitik
Paralitik.
95% kasus merupakan infeksi subklinis.
Poliomielitis klinis menyerang sistem saraf pusat (otak dan korda spinalis) serta erbagi menjadi non-paralitik serta paralitik. Infeksi klinis bisa terjadi setelah penderita sembuh dari suatu infeksi subklinis.

  1. Infeksi subklinis (tanpa gejala atau gejala berlangsung selama kurang dari 72 jam)
    – demam ringan
    – sakit kepala
    – tidak enak badan
    – nyeri tenggorokan
    – tenggorokan tampak merah
    – muntah.
  2. Poliomielitis non-paralitik (gejala berlangsung selama 1-2 minggu)
    – demam sedang
    – sakit kepala
    – kaku kuduk
    – muntah
    – diare
    – kelelahan yang luar biasa
    – rewel
    – nyeri atau kaku punggung, lengan, tungkai, perut
    – kejang dan nyeri otot
    – nyeri leher
    – nyeri leher bagian depan
    – kaku kuduk
    – nyeri punggung
    – nyeri tungkai (otot betis)
    – ruam kulit atau luka di kulit yang terasa nyeri
    – kekakuan otot.
  3. Poliomielitis paralitik
    – demam timbul 5-7 hari sebelum gejala lainnya
    – sakit kepala
    – kaku kuduk dan punggung
    – kelemahan otot asimetrik
    – onsetnya cepat
    – segera berkembang menjadi kelumpuhan
    – lokasinya tergantung kepada bagian korda spinalis yang terkena
    – perasaan ganjil/aneh di daerah yang terkena (seperti tertusuk jarum)
    – peka terhadap sentuhan (sentuhan ringan bisa menimbulkan nyeri)
    – sulit untuk memulai proses berkemih
    – sembelit
    – perut kembung
    – gangguan menelan
    – nyeri otot
    – kejang otot, terutama otot betis, leher atau punggung
    – ngiler
    – gangguan pernafasan
    – rewel atau tidak dapat mengendalikan emosi
    – refleks Babinski positif.

Komplikasi penyakit Polio

Komplikasi yang paling berat dari penyakit polio adalah kelumpuhan yang menetap. Kelumpuhan terjadi sebanyak kurang dari 1 dari setiap 100 kasus, tetapi kelemahan satu atau beberapa otot, sering ditemukan.

Kadang bagian dari otak yang berfungsi mengatur pernafasan terserang polio, sehingga terjadi kelemahan atau kelumpuhan pada otot dada.

Beberapa penderita mengalami komplikasi 20-30 tahun setelah terserang polio. Keadaan ini disebut sindroma post-poliomielitis, yang terdiri dari kelemahan otot yang progresif, yang seringkali menyebabkan kelumpuhan.

Pencegahan penyakit polio

Untuk mencegah penyakit polio di antaranya dengan membiasakan pola hidup sehat, sanitasi yang baik dan terus menjaga kualitas gizi sekaligus kebugaran kondisi fisik.salah satu cara terbaik melindungi anak-anak dari penyakit polio. Yakni dengan mencuci tangan dan alat-alat makan seperti piring, gelas, atau pun sendok dengan sabun dan air yang tidak tercemar oleh virus polio.

pemberian vaksin polio pada anak penting untuk mencegah penyakit polio

pemberian vaksin polio pada anak penting untuk mencegah penyakit polio

Kemudian jika memasak air sebaiknya dimasak sampai mendidih sempurna, sebab cara ini cukup efektif untuk membunuh virus polio. Sebab diketahui, virus polio liar hidup dengan baik pada suhu – 80C.

Di luar tubuh manusia, bila terkena panas matahari, virus polio hanya bertahan hidup selama 2 hari, tapi kalau di dalam cuaca lembab lebih lama. Selain itu, imunisasi terhadap polio sampai lengkap pun dapat mencegah penyakit ini.

Imunisasi diperlukan untuk membangkitkan kekebalan lokal di usus melalui pemberian vaksin polio. Vaksin ini mengandung tiga jenis virus yaitu tipe 1, 2, dan 3. Caranya, diteteskan ke mulut sebanyak dua tetes setiap kali pemberian atau dikenal dengan Oral.

Bila anak sudah mendapatkan imunisasi polio minimal empat kali, hampir dapat dipastikan anak kebal terhadap polio. Bila belum diimunisasi, segera berikan dosis pertama. Anak akan terlindung selama 100 hari, sehingga bila virus polio masuk, tidak berbiak dan menyebabkan penyakit polio, lalu dilanjutkan sampai lengkap.



Leave a Reply