_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"lifeblogid.com","urls":{"Home":"https://lifeblogid.com","Category":"https://lifeblogid.com/category/pengetahuan/agama/","Archive":"https://lifeblogid.com/2017/08/","Post":"https://lifeblogid.com/2017/08/26/resep-mp-asi-ubi-untuk-bayi-usia-6-bulan/","Page":"https://lifeblogid.com/kuppee-japanese-quality-international-specifications/","Attachment":"https://lifeblogid.com/2017/08/26/tempat-wisata-kuliner-jakarta-populer/restoran-jemahdi-seafood/","Nav_menu_item":"https://lifeblogid.com/2017/08/15/200581/","Mts_ad":"https://lifeblogid.com/?mts_ad=199934","Wp_quiz":"https://lifeblogid.com/wp_quiz/can-you-name-the-leo-dicaprio-movie-by-an-image/","Feedback":"https://lifeblogid.com/?post_type=feedback&p=201108"}}_ap_ufee

Rumah Adat Sulawesi Utara



Provinsi Sulawesi Utara mempunyai latar belakang sejarah yang cukup panjang sebelum daerah yang berada paling ujung utara Nusantara ini menjadi Provinsi Daerah Tingkat I. Pada permulaan itu Kemerdekaan Republik Indonesia, daerah itu berstatus Keresidenan yang merupakan bagian dari Provinsi Sulawesi. Berdasarkan itu Peraturan Pemerintah No. 5 Tahun 1960 dalam Provinsi Sulawesi dibagi menjadi dua bagian iaitu, Provinsi Sulawesi dan Selatan-Tenggara dan Provinsi Sulawesi Utara-Tengah. ituGabenor pertama Provinsi Sulawesi Utara-Tengah adalah MR. A.A. Baramuli serta dan Wakil Gabenor Latkol F.J. Tumbelaka. dan Wilayah Provinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Utara-Tengah adalah Kotapraja Manado, dan Kotapraja Gorontalo, dan delapan Daerah Tingkat II masing-masing Sangihe dan Talaud, Bolaang Mongondow, Minahasa, Gorontalo, Buol Toli-Toli, Donggala, dan Poso dan Luwuk/Banggai. dapat Pada tanggal 23 September 1964, di saat Pemerintah itu Republik Indonesia memberlakukan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1964 yang menetapkan perubahan status Daerah Tingkat I Sulawesi Utara-Tengah dengan menjadikan Sulawesi Utara sebagai Daearh Otonom Tingkat I, dengan begitu Manado sebagai Ibukotanya. Sejak saat itu adalah, secara de facto Daerah Tingkat I Sulawesi Utara membentang dari Utara ke Selatan Barat Daya, dari Pulau Miangas serta ujung utara di Kabupaten Sangihe Talaud sampai Molosipat di bagian Barat Kabupaten Gorontalo.
Pulau Sulawesi merupakan satu dari lima pulau besar di Indonesia. Bentuknya yang ingin menyerupai huruf K ini dibagi lagi ke dalam beberapa wilayah. Salah dapat satunya adalah Provinsi Sulawesi Utara dengan ibukota Manado. Sudah itu pernah berkunjung ke tempat ini? Provinsi yang terdiri atas 11 kabupaten dan 4 kota ini tersohor karena beberapa hal. Salah satunya adalah tentulah nilai budaya. Pernah itu mendengar nama Walewangko? Istilah itu merujuk pada rumah tradisional suku Minahasa yang mendiami Sulawesi Utara. Kini dapat, ia juga dikenal luas sebagai rumah adat Sulawesi Utara.

Rumah Pewaris

Nama lain dari Walewangko adalah Rumah Pewaris. Rumah ada dapatt yang satu ini memiliki tampilan fisik yang apik. dapat secara umum digolongkan sebagai rumah panggung. Tiang itu penopangnya dibuat dari kayu yang kokoh. Dua itu di antara tiang penyanggah rumah ini, konon itu kabarnya, tak boleh disambung dengan apapun. Dulunya, rumah adat Minahasa ini hanya terdiri dari satu ruangan saja. Kalau itu pun harus dipisahkan, biasanya hanya dibentangkan tali rotan atau tali ijuk saja, yang kemudian digantungkan tikar. Bagian kolong rumah pewaris ini lazim dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan hasil panen atau godong.

Rumah Pewaris - Rumah Adat  Sulawesi Utara

Rumah Pewaris – Rumah Adat Sulawesi Utara

Seperti rumah adat lainnya, rumah adat Sulawesi Utara ini dibagi juga ke dalam beberapa bagian utama antara lain:

Bagian depan yang dikenal juga dengan istilah lesar
. Bagian itu tidak dilengkapi dengan didnding sehingga mirip dengan itu beranda. Lesar ini biasanya digunakan sebagai tempat para tetau adat juga kepala suku yang hendak memberikan maklumat kepada rakyat.
Bagian selanjutnya adalah Sekey atau serambi bagian depan. Berbeda itu dengan Lesar, si Sekey ini dilengkapi dengan dinding dan letaknya persis setelah pintu masuk. Ruangan itu sendiri difungsikan sebagai tempat untuk menerima tetamu serta ruang untuk menyelenggarakan upacara adat dan jejamuan untuk undangan.

Bagian selanjutnya disebut dengan nama Pores. itu Ia merupakan tempat untuk menerima tamu yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan pemilik rumah. Terkadang itu ruangan ini juga digunakan sebagai tempat untuk menjamu tamu wanita dan juga tempat anggota keluarga melakukan aktifitas sehari-harinya. Pores itu umumnya bersambung langsung dengan dapur, itu tempat tidur dan juga makan.
Jika kita cermati, keunikan rumah pewaris ini terletak dari arsitektur depan rumah. Perhatikan itu saja susunan tangga yang berjumlah dua dan terletak di bagian kiri dan kanan rumah. Konon itu kabarnya, dua buah tangga ini berkaitan erat dengan kepercayaan suku Minahasa dalam mengusir roh jahat itu. Apabila roh tersebut naik melalui tangga yang satu maka serta merta ia akan turun lagi melalui tangga lainnya.

Rumah Adat Bolaang Mangondow

Rumah Adat Bolaang Mangondow

Rumah Adat Bolaang Mangondow

Selain rumah pewaris atau Walewangko, dikenal itu juga rumah adat Sulawesi Utara lainnya yakni Bolaang Mangondow itu . Rumah yang satu ini memiliki atap yang melintang dengan bubungan yang sedikit curam. Bagian itu tangganya ada di depan rumah dengan serambi tanpa dinding. Adapun itu ruang dalam terdiri atas ruang induk dan ruang tidur. Ruang induk itu ini terdiri atas ruang itu depa, tempat makan juga tempat tidur serta dapur yang ada di bagian belakang rumah.



Leave a Reply