Kumpulan Puisi Patah Hati Galau dan Kecewa

Kumpulan Puisi Patah Hati, Galau, kecewa karena Cinta – Pembaca yang berbahagia, patah hati dan kecewa karena cinta yang bertepuk sebelah tangan atau tak terbalas, perpisahan, penghianatan dan dusta adalah sesuatu yang yang harus dihadapi dalam liku-liku romantika terutama saat masa remaja dimana emosi dan perasaan masih mendominasi dalam mengambil keputusan.




Untaian puisi dengan tema patah hati dan kekecewaan kali ini menggambarkan untaian perasaan lewat kata kata kecewa dan sakit hati yang dirangkai melalui bait-bait puisi yang maknanya dalam dan sangat berarti. Yuk, simak kumpulan puisi patah hati yang diramkum dari berbagai sumber berikut ini.

patah hati

—–




Lupakan Hati Ini

saat daun kering berjatuhan
angin kemarau membelai diri
ku terdiam terpaku
saat kau memilih tinggalkan ku

tapi tak mengapa
ku tak membendung tangis
kepergianmu
anugrah bagiku

semoga kau temukan kebahagiaan disana
bersamanya lalui dunia
kini ku bahagia bersama sepi

tiada yang lebih baik darimu
selain seseorang yang mau mengerti diriku
kini ku larut dalam pencarian terakhir
kuyakin Tuhan bersamaku

—–

Selamat Tinggal

Selamat Tinggal Terpuruk
Pahitmu cukup tuk kurasa…
Indahmu cukup tuk kucinta..

Wahai rasa..
Aku yang menciptakanmu,
Maka aku pula yang akan membunuhmu.

Wahai cinta..
Datanglah lain waktu..
Bukan hari ini, bukan kali ini…

——

Puisi Galau – Janjimu yang palsu

Oleh FirDha ni’mah

Ketika hati ini berbicara ..
ketika mata ini melihat …
ketika telinga ini mendengar..

Kanu mengucap beribu jaji-janji manismu itu
kau membuatku terbang melayang bersamamu
tapi ketika aku melihat semua kenyataan itu

Kau goreskan luka di hatiku
kau buat airmataku bercucuran deras
dari mata kepipiku

Aku tak kuasa menyakinkan ini semua
hatiku hancur…..
hatiku punah…..
hati ku pilu,,….

Ketika ku melihat jajimu yang telah kau ingkar
ketika ku melihat kini kau bersamanya
dibalik kesedihanku,…

—–

Puisi Patah Hati – Bait Penyesalan

Maafkan aku kekasihku
Bila perih hatimu, karena diriku
Aku hanya manusia yang tak berilmu
Yang takkan pernah bisa, menjadi pelipur laramu

Cahaya cintamu seakan menjauhiku
Hanya kegelapan tempatku mengadu
Cinta membuatku lemah tak berdaya
Keindahanmu seakan sirna

Bagai racun rindu aku membatu
Tak dapat kusapu air matamu
Kau yang selalu hadir dalam ingatanku
Dan kini kutahu rasanya kehilanganmu

Disaat aku seorang diri
Dalam hidup yang menyepi
Hanya memaki pada ilahi

—–

Kasih Tak Sampai

Begitu tinggi dinding itu
Sulit ku taklukan pertahanan hatimu
Untuk ku gapai mahligai cintaku
Tak dapat ku raih bahagiaku

Hanya bertahan dalam dilema
Tak berharap lebih dari yang ada
Bagiku kau bagai bintang di surga
Terlalu indah untukku meraihnya

Ya Allah ihklaskan hati
Buka hatiku agar bisa memahami
Ihklasnya hatiku dalam mencintai
Tegarkan hati melepaskanmu pergi

Kita bagai bulan dan matahari
Tak bisa bersatu walau satu hati
Indah cintamu….
Hanya bisa ku gapai dalam mimpi

—–

Aku Dan Kenangan

Semakin ku mencoba
Semakin ku tak bisa melupakanya
Semakin ku bertanya
Semakin ku tak menemukan jawabanya

Aku dan kenanganku
Sekajap dlm pelukan cintamu
Segurat catatan membekas dlm hatiku
Indah melekat walau semua telah berlalu

Masa lalu bersamamu
Kan slalu terukir di hatiku
Meski tak bisa memilikimu
Namun kamulah yg terbaik di hatiku

Hadirmu mengisi ruang jiwa
Ronamu penuh senyum dlm canda
Namun semua tinggal kenangan saja

—–

Puisi Patah Hati – Hujan di Pagi Hari

Oleh Bunga Wiladatika

Hujan turun di pagi ini
Membasahi dunia dengan mimpi
Cemara itu basah lagi, kawan!
Sayang ku tak dapat menolongnya
Yang basah terlanjur basah

Perlahan, ku langkahkan kakiku
menuju rumah itu
Apa yang bisa diperbuat ?
Dengan sandal jepitku yang putus
Aku menari-nari dalam hatiku
Menyelaminya ke palung yang paling dalam
Untuk apa pintar menyelam?
Jika jiwamu tak disampingku

—–

Hampa
oleh Ria Anggraini

Ku langkahkan kaki ini dalam kegelapan…
Tanpa ku tau arah…
Dengan membawa segenap luka yang kau tinggal…
Langit telah berubah menjadi gelap berkelabu…
Setelah kau pergi tinggalkan ku…
Mawar merah yang dulu kelihatan indah…
Sekarang berubah menjadi Layu…

Dahulu kau yang telah meluluhkan hati ku…
Sehingga ku dapat mencintaimu…
Tapi kini kau telah pergi meninggalkan ku…
Aku memang mempunyai banyak kekurangan…
Dan aku bukanlah manusia yang sempurna…

Rasanya ku ingin terbang bebas…
Mencari cinta yang lain…
Tapi mana mungkin ku sanggup melakukan itu…
Setelah Sayap-sayap ku tlah patah karena mu…
Bayangan mu selalu menghantui ku…

Ini lah penghujung cintaku…
Inilah akhir perjalanan kisah cintaku…
Tuhan…
Bila ini yang terbaik aku merelakanya…
Jangan tumbuhkan rasa benci di dalam hati ini…
Meski sakit yang ku rasa…
Berikan senyuman pada ku…
Agar aku dapat bertahan disini…

—–

Ditinggal Kekasih
Oleh Salma Octavia Wisesa

Kini kuhanya bisa membayangkan,
membaca aksara yang kau rangkai penuh makna
tanpa sanggup ku menyapa
dan hanya bisa mengenangmu dalam duka

Kini kau telah pergi
tanpa kau peduli tentang perasaanku
kau pergi dengan keangkuhanmu
kau tinggalkan kenangan yang hayakan rapuh ditelan waktu,
dan sisa sisa usiaku

Haruskah air mata ini mengalir setiap waktu?
haruskah kuhentikan
detak jantung dan nadiku untuk merindukanmu?
dan haruskah nyawa ini terpisah dari ragaku karena cintamu?
mungkinkah ini semua telah menjadi suratan takdirku

—–

Masih Adakah

adakah diriku di hatimu?
sekian lama waktu masih memisahkan kita..
karena ia seakan akan telah pergi ketika selangkah ku jejaki
memang ini semua telah terjadi ..

sekian lama waktu masih memisahkan kita
dan adakah waktu masih membuat dirimu mengingatkan hatimu padaku?

kekasihku , dimanapun kau berada dan apapun aku bagimu
namun untukku enkau adalah kekasihku yang takkan pernah hilang..

kekasihku, maafkan aku yang telah menyakiti perasaanmu dahulu..
kan ku kejar dirimu hingga waktu akan memutihkan rambutku, melemahkan tubuhku namun hatiku takkan pernah rela untuk melepaskan namamu …

kekasihku ..
aku masih teramat mencintaimu..

—–

Luka Hati
Oleh Fauziia Nuer Afnhiie

Aku duduk terdiam di tengah kesunyian
menatap langit yang enggan berbicara
entah mengapa ia diam membisu seribu bahasa
apakah ia juga tau akan kesedihanku ?

Luka yang selama ini aku pendam
Sakit yang sangat mendalam
Sakit yang tak bisa terbendung lagi
Bagaikan pisau menggoreskan luka

Kau pergi bersama semua kenangan
jauh….jauh dan semakon jauh
meninggalkan aku sendiri
bersama luka dalam hati

—–

Hilang

Seperti kehilangan..
Kemanakah angin akan membawaku..
Sementara, aku tersesat jauh tak tahu arah
Kemanakah jejak-jejak kebersamaan itu..
Sementara aku enggan untuk pergi..

Sudahlah..
Aku cukup tenang disini..
Di tempat ini..
Tempat dimana kau mengubur perasaan ini

Sudahlah..
Jangan lagi kau bisikan aku dengan segala keindahanmu
Aku telah mendengarnya..
Bahkan jauh sebelum kau membisikkannya.

Sudahlah..
Kembali saja pada realita yang ada

—–

Engkau yang Pergi

dirimu yang melukai
dalamnya tak bisa kau rasai
sakitnya bagai ditusuk belati
jika esok masih bergulir
aku tak ingin lagi menagis
pergilah sejauh mungkin

engkau yang pergi
tinggalkan kedukaan disini
tanpa ku pinta hadir,menepi
bersandar di hati tak berpenghuni
jika waktu masih bergulir
ingin ku lepas beban dihati

karya: Testy Dwi D

—–

Pupus
Pipin Ocktaviana

Sekian lama ku tanam rasa yang bergejolak dalam dada..
Harap demi harap..
mimpi demi mimpi..
akankah tumbuh menjadi bunga bunga cinta yang mewangi..

sekian lama ku mengukir dan memendam 3 kata dalam hati..
ku nanti.. dan selalu ku nanti..
saat saat indah kunyatakan 3 kata itu
aku cinta padamu..

namun semuanya tak seperti yang ku bayangkan..
hancur seketika bagai bunga yang terinjak injak..

skujur raga ini mendadak terpaku kaku..
telingaku bagai mendengar suara ledakan yang teramat dahsyat..
ketika kuncup indah bibirnya berkata.. “ aku tak cinta padamu “
dan tak satu katapun ku ucap Tanya padanya..” MENGAPA ??? “

Mengapa kau patahkan hati ini..
Sementara Bening matamu seolah tawarkan telaga surga..
Saat hati tengah haus merasakan dahaga.
Kaupun menghampiriku dengan membawa seuntai butiran embun..

Mengapa…
mengapa hatiku tak begitu peka untuk merasa..
Mestinya naluri ini menyadari bahwa bukan aku yang ia nanti
dan tepis semua pesona senyumannya..
senyuman yang seolah menghantarkan beribu kata cinta..

Mungkin kini bukan hanya sekedar patah hati ini
Tapi hancurlah sudah..
Harapanku sepertinya t’lah berhenti sampai disini..
Umpama indah pelangi yg tak sampai berujung ke bumi..

—–

Demikianlah kumpulan puisi patah hati, puisi galau, dan puisi kecewa karena cinta yang bisa diposkan kali ini. jangan lupa berkunjung kembali ke halaman ini untuk melihat update puisi terbaik lainnya.

One Response

  1. intanga

Tulis Komentar