Pentingnya perencanaan masa depan dengan layanan asuransi

Hidup ini selalu dimulai dari sebuah proses. Katakanlah dari mulai proses lahir, tumbuh berkembang pada masa kanak-kanak, remaja, dewasa, orang tua, hingga kita menutup mata. Proses panjang perjalanan itu tak pernah terlepas dari berbagai dinamika di dalamnya. Dalam dinamika berliku dalam kehidupan, terkadang kita menghadapi berbagai momen penting, contohnya saja prosesi wisuda, memasuki bahtera rumah tangga, masuk kedalam dunia kerja atau bisnis, dan selanjutnya memasuki masa tua dan pensiun.




Proses panjang yang telah disebutkan ini memiliki hubungan langsung dengan proses penemuan nilai-nilai baru, penyesuaian diri, serta kebutuhan finansial agar kita bisa melewati jenjang tersebut dengan baik. Dalam hal pendidikan dan proses belajar, misalnya, seorang anak memasuki bangku TK pada kisaran usia 4 tahun, jenjang SD pada usia 6 tahun, SMP pada usia 12 tahun, SMU pada usia 15 tahun, dan Perguruan Tinggi pada usia 18 tahun. Masa peralihan antarjenjang ini tentu saja membutuhkan sejumlah dana yang tidak sedikit jumlahnya.

Belajar dari Masa Lalu
Beberapa tahun lalu, penulis sempat berdiskusi dengan seorang eksekutif muda salah satu perusahan multinasional di Jakarta, sebut saja namanya Pak Anwar. Setelah kami bertegur sapa, pembicaraan langsung berlanjut ke arah diskusi mengenai pengelolaan keuangan jangka panjang. Dia bercerita banyak tentang hal-hal yang dialami oleh keluarganya pada kurun waktu 20 tahun sampai saat ini.

asuransi-jiwa




Dalam cerita tersebut tersirat bahwa ada kerinduan dalam hatinya untuk bisa mengubah kondisi pada periode yang lalu. Alasannya, banyak hal yang tidak bisa ia capai hanya karena keterbatasan finansial saat itu. Dua puluh tahun lalu, kedua orang tua Pak Anwar berkonsentrasi penuh untuk memenuhi biaya pendidikan anak-anak mereka.

Pada saat itu, orang tuanya belum memiliki kesadaran dan rencana jangka panjang dalam kaitan dengan perlindungan atau proteksi. Mereka belum mengerti apa manfaat perlindungan dari Asuransi Jiwa, yang pada faktanya bisa membantu mengurangi beban keuangan di masa depan. Ketika Pak Anwar memasuki jenjang perguruan tinggi pada saat itu, orangtuanya akhirnya menguras tabungan, bahkan uang simpanan di bawah bantal, untuk membiayai kepentingan pendidikan tersebut. Tentunya konsep tindakan orang tua beliau tersebut kurang efisien karena tidak direncanakan secara matang jauh hari sebelumnya.

Momentum kedua muncul pada saat Pak Anwar melangsungkan pernikahan. Saat itu, dia dan calon istri memang sudah memiliki penghasilan. Tetapi, karena perhelatan pernikahan merupakan satu momentum yang sangat ditunggu-tunggu oleh setiap orang tua, prosesi pernikahan dan biaya yang muncul pun menjadi beban orang tua. Mereka harus merogoh kocek cukup tebal untuk bisa melangsungkan peristiwa penting tersebut.

Kedua peristiwa tersebut menjadi proses pembelajaran berharga baginya. Generasi seangkatannya mungkin tidak banyak yang merasakan manfaat proteksi dari Asuransi Jiwa. Kondisi itu lebih disebabkan karena sosialisasi produk Asuransi Jiwa belum segencar saat ini.

Belajar dari kasus yang dialaminya, Pak Anwar bertekad untuk melakukan proteksi terhadap setiap fase yang nantinya akan dilalui oleh anak-anaknya. Ke depannya, dia berupaya agar anak-anaknya bisa mendapatkan proteksi yang maksimal untuk berbagai kepentingan mereka.

Ketika pembicaraan semakin hangat, Pak Anwar terus berbicara secara antusias, dan saya menyampaikan satu masukan kepadanya perihal upaya proteksi untuk mempersiapkan masa depan anak-anaknya. Esensinya, untuk menghindarkan diri dari kedua pengalaman tersebut, Pak Anwar perlu mempertimbangkan pembelian polis asuransi jiwa guna mengakomodasi munculnya biaya yang besar dalam perjalanan hidup anak-anaknya.

Ketika polis asuransi pendidikan sudah melekat pada anak-anaknya, proteksi asuransi pendidikan langsung mengambil peran dalam meringankan beban finansial di pundaknya. Ketika anak-anak nantinya memasuki jenjang pernikahan pun, Pak Anwar bisa memanfaatkan dana tabungan di dalam produk asuransi, yang notabene juga mengandung unsur tabungan.

Belajar dari pengalaman Pak Anwar, seyogianya setiap orang tua mulai memikirkan langkah bijak guna memproteksi munculnya biaya besar pada perjalanan hidup anak-anak di kemudian hari. Pembelian polis asuransi jiwa, yang sesuai dengan kebutuhan, berperan signifikan bagi kelangsungan pendidikan dan sekuen kehidupan anak-anak ke depannya.

Melalui artikel ini, saya mengetuk kesadaran para ayah untuk mulai memikirkan rencana proteksi bagi anak-anak sejak dini. Hakikatnya, asuransi jiwa bisa memberikan solusi dalam konteks perencanaan keuangan sebuah keluarga. Kewajiban para orang tua dalam hal pembiayaan sekolah anak-anak, prosesi wisuda, bahkan biaya pernikahan mereka bisa terakomodasi melalui berbagai manfaat proteksi yang tersedia dalam polis asuransi jiwa. Dengan demikian, para orang tua bisa berfungsi maksimal dalam mengasuh dan membesarkan anak-anak mereka.

Realisasinya, miliki polis asuransi jiwa sejak usia muda. Segera ambil langkah untuk menghubungi perusahaan atau agen Asuransi Jiwa. Anda jangan ragu-ragu untuk mendiskusikan kebutuhan keuangan Anda di masa yang akan datang, dan mintalah rekomendasi produk dan program asuransi yang cocok dengan kebutuhan Anda. Perencanaan keuangan keluarga Anda sejak dini amat menentukan berbagai keuntungan jangka panjang yang bisa Anda rasakan bersama keluarga tercinta.

Tulis Komentar